Yamaha Mio S

Kopi Florist, Kedai Edukasi Kopi di Tengah Rerimbunan Pohon

  Kamis, 21 Juni 2018   Fathia Uqimul Haq
Kedai Kopi Florist di Tegalega.(Fathia/ayobandung.com)

TEGALEGA, AYOBANDUNG.COM—Tidak berniat untuk membuka kedai kopi, Don Yadi, seorang agronom yang berdagang bunga di Pasar Bunga Tegalega akhirnya membuka sajian kopi khas biji nusantara di Kopi Florist.

Don merupakan petani kopi dan pegiat lingkungan yang peduli dengan proses pengolahan kopi bersih.

Kopi Florist hadir sebagai wadah para petani kopi, pencinta kopi, dan orang-orang yang ingin belajar mengenai kopi dari hulu ke hilir. Berbagai kegiatan seperti workshop, cupping, atau sekadar berbincang menguap hangat di kedai ini.

Berbeda dari kedai lain, Kopi Florist dirimbuni dedaunan pohon dan tanaman. Kursi yang tidak banyak menyebar di area kedai. Kopi Florist yang berdiri dari bambu membuat suasana semakin hangat. Kaca yang besar tergambar proses pengolahan kopi, lengkap dari gambar ilustrasi hingga penjelasannya.

"Saya buat Kopi Florist juga untuk memenuhi pasar lokal," kata Don, kepada ayobandung.com belum lama ini.

Don juga merupakan petani kopi yang memiliki lahan se-Nusantara, kecuali Papua. Green bean dari tanah miliknya merupakan barang ekspor ke berbagai negeri. Dia memulai ekspor pertama pada 2012 ke Australia.

Kemudian seiring waktu, pasar lokal membutuhkan green bean. Don pun membuka Kopi Florist dan memasok aneka biji kopi dan green bean di kedainya. Selain itu, Kopi Florist menjadi tempat workshop kopi untuk petani, barista, konsultasi masalah kebun, belajar menjadi barista, dan tempat diskusi tentang kopi.

"Saya buka kedai awal 2017. Semua orang boleh belajar di sini," katanya. 

Don mendirikan Kopi Florist sebagai wahana edukasi kopi dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Kopi baginya bukan sekadar bisnis, melainkan bagaimana cara menjaga lingkungan untuk tetap sehat dan bisa diteruskan oleh generasi selanjutnya. 

Bukan asal menanam, proses awal dari penanaman, kesuburan tanah, limbah, air, dan proses pengolahan merupakan ritual vital di setiap tahapnya.

Kesejahteraan petani, pemberdayaan masyarakat sekitar, dan kebanggaan menjadi seorang petani adalah nilai yang ditanam oleh Don kepada petani. 

"Kopi Florist juga jadi tempat pertandingan, acara cupping antar-coffeeshop se-Bandung, dan edukasi kopi,” katanya.

Edukasi yang disampaikan Don yakni bagaimana menciptakan kopi bersih, bagaimana setiap orang tahu asal-usul kopi, dari mana kopi tumbuh, serta siapa pengolahnya.

"Saya mengundang para pegiat kopi supaya terbuka pemikirannya mengenai pentingnya lingkungan dan menciptakan kopi bersih," ujarnya. 

Don melanjutkan, Kopi Florist masih seperti kedai pada umumnya. Kedainya tidak mencolok, sehingga perlu berjalan ke dalam pasar dan bertanya kepada orang sekitar. Tidak ada yang tidak kenal Kopi Florist. 

"Kenapa florist soalnya saya jualan bunga di sini sejak 1976. Saya juga merambah ke kopi tahun 2007. Jadi saya gabungkan jadi nama Kopi Florist," katanya.

Di sana, Don hanya menawarkan kopi. Tidak ada kudapan lain seperti kafe pada umumnya. Namun, untuk mereka yang ingin menyepi, tempat ini cocok untuk dijadikan tempat sendiri. Kopi Florist buka setiap hari Selasa hingga Minggu dari pukul 10.00- 22.00 WIB. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar