Yamaha NMax

Mengapa Bakso Jadi Santapan Primadona Usai Lebaran?

  Rabu, 20 Juni 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Sajian seporsi bakso. (Anggun Nindita/ayobandung)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Apa yang ditunggu dari Lebaran? Selain momen pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga, kita juga dibuat rindu dengan menu-menu khas Lebaran. Sebut saja ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang. Tapi, apa kamu enggak bosan dengan menu yang itu-itu saja selama beberapa hari? Bosan itu pasti.

Saat perut sudah tak mampu lagi menumpang ketupat dan kawan-kawan, biasanya ada satu makanan yang selalu menjadi primadona dan paling dicari setelah Lebaran. Apalagi kalau bukan bakso!

Makan bakso sehabis Lebaran ini bak ritual tahunan kita. Para penjaja bakso selalu menjadi incaran banyak orang yang tergoda menyantap si bundar berkuah ini. Tak pelak, selain penjual kembang di kompleks pemakanan, pedagang bakso juga ikut ketiban rezeki Lebaran.

Tengok saja kedai bakso milik Ewing Budi (33) di kawasan Bojongloa, Kopo. Semenjak hari H Lebaran, kedai baksonya sudah diserbu warga. Semenjak dua tahun lalu, Ewing memang tak pernah rela menutup kedai baksonya di hari Lebaran. Bagaimana tidak, omzet yang didapat Ewing setiap Lebaran pasti berlimpah.

Kalau di hari-hari biasa Ewing hanya menjual kurang lebih 100 mangkuk bakso. Pada momen Lebaran, pesanan bakso di kedainya bisa mencapai dua kali lipat atau sekitar 200-300 mangkuk per harinya.

“Alhamdulillah. Kalau istilahnya di hari-hari Lebaran itu jualannya marema. Sehari bisa lah dapat keuntungan bersih Rp2juta-Rp2,5juta. Memang lebih rame dibandingkan hari-hari biasa,” kata Ewing saat ditemui ayobandung, Rabu (19/6/2018)

Pengunjung yang datang ke kedainya juga harus rela mengantre lantaran tempat yang terbatas. Mau tak mau, Ewing harus membikin daftar tunggu (waiting list) bagi yang ingin mencicipi semangkuk bakso di kedainya.

Seorang foodbloger, Mandala Sastya, melihat kebiasaan ini sebagai bentuk kejenuhan masyarakat usai disuguhkan menu-menu Lebaran. “Wajar, pasti ada rasa bosan kalau berulang kali menemukan menu yang serupa,” kata dia.

Selain itu, kandungan santan yang terdapat dalam menu ketupat dan opor ayam juga bisa menyebabkan gangguan perut jika terlalu banyak dikonsumsi. “Selain bosan, ada juga rasa seperti begah kalau terlalu banyak makan ketupat dan opor,” ujar Mandala.

Bakso sendiri dinilai menjadi salah satu menu yang mudah ditemui dan dapat disantap oleh berbagai usia. Mandala memprediksi, banyaknya warga mencari bakso usai Lebaran juga disebabkan oleh jarangnya mereka mengonsumsi bakso saat bulan puasa. “Bakso bukan pilihan makanan yang baik untuk berbuka puasa. Begitu pula saat sahur. Makanya orang mungkin jadi rindu untuk makan bakso setelah sebulan lamanya,” tutur Mandala.

Di beberapa daerah yang jauh dari perkotaan, kedai bakso juga dijadikan sarana hiburan bagi warga. Apalagi jika daerah yang bersangkutan jauh dari tempat wisata atau pusat keramaian. Berkumpul bersama keluarga sambil ngebakso jadi pilihan yang asyik. Sebab, bahagia itu sederhana, cukup dengan makan bakso.

Tak aneh jika bakso bisa membikin orang bahagia. Bakso bisa disantap oleh semua kalangan. Harganya juga bersahabat di kantong. Bahkan, mantan Presiden Amerika Serika, Barack Obama juga doyan menyantap bakso.

Namun, terlepas dari semua alasan di atas, bagi Mandala, bakso sudah menjadi makanan favorit bagi banyak orang di seantero Nusantara. Semangkuk bakso yang padat dan kenyal ditambah dengan mi, sayur, juga kuah yang gurih nan pedas, siapa pula yang bisa menolaknya?

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar