Yamaha Mio S

Menengok Apa Saja yang Ada di Museum Perbendaharaan

  Selasa, 19 Juni 2018   Fathia Uqimul Haq
Pengunjung saat memandangi etalasi sejarah perbendaharaan di Museum Perbendaharaan, Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung)

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--Salah satu museum yang dapat menjadi wisata edukasi adalah Museum Perbendaharaan. Museum yang terbilang baru ini diresmikan tahun 2016 dan dibuka untuk umum pada September 2017. 

Memang tidak seperti museum pada umumnya, Museum Perbendaharaan berada dalam lingkungan kantor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jawa Barat di Jalan Diponegoro, Bandung. Meski plang museum tak begitu terlihat mencolok, tapi jangan khawatir untuk datang ke sana. Museum ini dibuka setiap pekan kedua dan keempat di setiap bulannya pada Sabtu, Minggu, dan Senin selama pukul 09.00-16.00 WIB.

Lalu, apa saja yang bisa dilihat di Museum Perbendaharaan? Berikut ayobandung rangkum.

Sejarah perbendaharaan Indonesia

Arsip perbendaharaan satu-satunya di Indonesia ada di museum ini. Di sini dikisahkan tentang awal mula bagaimana uang hadir sebagai alat tukar dan rentetan fenomena yang menjadikan rupiah sebagai mata uang yang sahih.

Koleksi benda dan peralatan kantor

Uniknya, koleksi benda dan peralatan kantor seperti kalkulator, mesin, hingga kertas dan surat pendukung dari zaman dulu terarsip rapi di lemari kaca. Terlihat koleksi tersebut hadir dari berbagai kantor di Indonesia. Pengunjung akan dibawa ke masa lalu, bagaimana perbendaharaan bekerja dan berproses dari waktu ke waktu. 

Peta kantor KPPN

Setiap wilayah se-Indonesia memiliki Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara masing-masing. Di Museum Perbendaharaan, pengunjung akan diberikan peta besar yang memperlihatkan sejumlah lokasi KPPN. Dan, jangan salah, KPPN juga hadir di sejumlah pulau kecil sebagai bukti pelayanan yang sama rata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Mekanisme pencairan dana

Jika ingin mengetahui bagaimana pencairan dana berjalan dan Kantor Perbendaharaan berfungsi, museum ini adalah jawabannya. Di sini pengunjung akan diberitahu secara rinci bagaimana siklus pencairan dana dan mudahnya hari ini mencairkan dana hanya dengan selembar berkas dan tidak lebih dari satu jam. Tidak seperti dahulu yang memerlukan berlembar-lembar berkas dan waktu tunggu yang lebih lama. 

Sejarah Gedung Dwiwarna

Museum ini berlokasi di Gedung Dwiwarna, yang digunakan sebagai lokasi rapat komisi Konferensi Asia Afrika. Gedung yang tidak mengalami pemugaran ini menjadi saksi di mana berbagai rapat berlangsung. Foto-foto saat rapat masih terpampang di dinding dan tiang di dalam gedung. Kursi dan posisinya pun masih dibuat sama supaya pengunjung dapat merasakannya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar