Yamaha Mio S

Makin Instagramable, Ini Wajah Baru Objek Wisata Kawah Putih

  Sabtu, 16 Juni 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Dermaga apung atau Dermaga Ponton ini menjadi spot swafoto baru di objek geowisata Kawah Putih. (Eneng Reni/AyoBandung)

CIWIDEY, AYOBANDUNG.COM--Untuk menarik minat wisatawan, berbagai inovasi terus digagas oleh pengelola tempat wisata. Salah satunya bisa dilihat dari objek wisata Kawah Putih Gunung Patuha, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Bagaimana tidak, sejauh mata memandang di tengah-tengah danau vulkanik dengan lanskap Gunung Patuha itu, kini ada dermaga apung yang melintang sepanjang 50 meter dan lebar dua meter, menjorok dari pinggir danau ke pulau kecil yang menyembul di tengah permukaan danau.

"Awalnya karena kawah putih kan gitu-gitu aja cuman objek foto tapi enggak ada destinasi atau atraksi wisata lagi. Makanya kami dari manajemen berpikir kalau misalnya dibuatin jembatan ke tengah pulau itu gimana responanya ya?" jelas Staf Bagian Pemasaran objek wisata Kawah Putih Gunung Patuha, Mona Loria Lenda saat ditemui ayobandung.com di kantornya, Sabtu (16/6/2018).

Dermaga apung atau Dermaga Ponton ini menjadi spot swafoto baru di objek geowisata Kawah Putih yang dibangun pada Jumat pertengahan bulan Agustus lalu (27/8/2018). Adapun untuk sampai ke objek wisata tersebut, wisatawan membutuhkan dua jam perjalanan menggunakan sepeda motor dan tiga jam perjalanan menggunakan mobil atau bus dari titik 0 Kota Bandung dengan jarak sejauh 53 km.

Mona menjelaskan, dermaga tersebut dapat mengapung karena di bawah jembatan terdapat drum plastik yang berfungsi sebagai pelampung yang mengambang di atas air. Setiap sisi jembatan ditahan menggunakan tali tambang.

"Ketinggian jembatan akan menyesuaikan dengan tinggi muka air danau dan akan naik turun secara otomatis tergantung tinggi muka air (TMA) dapat menurun saat air surut di musim kemarau dan dapat naik jika TMA sedang pasang," katanya. 

Mona menjelaskan, bagi wisatawan yang ingin beswafoto di Dermaga Ponton itu akan dikenai tiket khusus di luar tarif masuk ke Kawasan Kawah Putih yakni Rp10.000 per orang.

"Tapi untuk keselamatan pengunjung, dermaga ponton itu hanya bisa dinaiki paling banyak 30 orang dalam satu kalu kesempatan naik," jelasnya.

Dia juga menyebutkan, belerang yang berada di kawasan tersebut tidak akan membahayakan wisatawan. "Tapi lagi, untuk keselamatan kami mengimbau agar wisatawan paling lama 15 menit saja di atas Dermaga Ponton, meski belerang di sini tipe B, tidak terlalu menyengat, seperti kawah Tangkuban Perahu," katanya.

Sementara itu setiap harinya, rata-rata wisatawan yang mengunjungi dermaga ponton kata Moba bisa mencapai 100 orang. Oleh karenanya, melihat antusiasme yang cukup tinggi, Mona menyampaikan, manajemen telah menjamin keamanan wisatawan yang menaiki dermaga meski belerang yang ada di danau itu tercium sangat menyengat.

Saat ayobandung.com mengunjungi objek wisata tersebut, Dermaga Ponton itu terlihat mengapung di atas danau yang berwarna putih kebiruan dan kehijauan bercampur belerang khas danau vulkanik.

Inovasi untuk tingkatkan kunjungan
Di sisi lain, Mona menambahkan, alasan dibikinnya Dermaga Ponton itu lantaran untuk menarik wiasatawan dan menghasilkan inovasi baru dari pengelola Kawah Putih dalam menghadapi persaingan wisata di Wilayah Bandung Selatan.

Bahkan yang teranyar manajemen pun, kata Mona, telah membuka Spot swafoto baru dengan nama Bamboo skywalk. Di spot tersebut, pengunjung bisa masuk ke dalam lorong Hutan Cantigi yang pastinya instagramable.

"Semenjak dibikin inovasi itu respona pengunjungnya memang semakin baik. Data kunjungan juga jadi meningkat sekitar 20% karena kita dibantu blow up dari media Sosial yang kayaknya jadi viral. Makanya, ke depan juga kita akan tingkatkan inovasi meskipun saat ini masih surprise," lanjutnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar