Yamaha Aerox

Serangan Israel dan Lebaran Kelam Warga Palestina

  Kamis, 14 Juni 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi -- Warga Palestina saat berunjuk rasa di perbatasan Gaza, Maret 2018 lalu. (Mohammed Salem/Reuters)

 

GAZA, AYOBANDUNG.COM—Worod Al-Jamal, warga Palestina, tak menyangka jika Idulfitri tahun ini akan terasa begitu kelam. Baru saja dia membelikan anaknya, Haitham (15), pakaian baru sebagai hadiah Lebaran. Tapi tak dinyana, beberapa waktu kemudian Haitham tewas oleh tembakan tentara Israel pada unjuk rasa 7 Juni lalu.

“Ini adalah Idulfitri terberat dalam hidupnya,” ujar Worod, Kamis (14/6/2018), melansir Reuters.

Worod menunjukkan celana jin, sepatu, dan kaus baru yang dibeli sebelum kematian putranya. Membeli pakaian baru untuk buah hati adalah bagian dari tradisi Lebaran.

Setidaknya sebanyak 125 warga Palestina tewas dalam serangan yang dilakukan Israel dalam unjuk rasa di perbatasan Gaza. Hal itu menciptakan bayangan hitam kelam atas perayaan Idulfitri di kawasan tersebut.

Tak hanya Worod, puluhan keluarga lain di Gaza juga berkabung pada perayaan Idulfitri tahun ini. Abdel-Rahman Nofal (15), seorang warga di kamp pengungsian, juga terpaksa hanya mengenakan satu sepatu baru yang dibelikan sang ayah. “Sepatu yang satu akan saya tinggal di rumah,” katanya. Pasalnya, kaki kiri Abdel diamputasi setelah terkena tembakan tentara Israel.

Warga Palestina menggelar unjuk rasa massal di kawasan perbatasan demi menuntut haknya untuk kembali ke tempat yang kini menjadi milik Israel.

Sebelumnya, Majelis Umum PBB telah mengutuk Israel atas penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga sipil Palestina. Namun, Israel mengklaim bahwa banyak dari 125 warga yang tewas ditembaknya merupakan militan Hamas yang menggunakan warga sipil sebagai tameng.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar