Yamaha Aerox

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Pertemuan Bersejarah Trump dan Kim Jong Un

  Senin, 11 Juni 2018   Asri Wuni Wulandari
Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini bakal jadi momen bersejarah usai hubungan keduanya kerap bersitegang, sekaligus menjadi pertemuan antara kedua negara untuk pertama kalinya.

Ada beberapa hal yang diinginkan kedua negara dalam pertemuan bersejarah itu. Baik yang diinginkan AS dari Korea Utara, begitu pula sebaliknya. Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang rencana pertemuan bersejarah tersebut melansir CBS News.

 

AS menginginkan denuklirisasi permanen

Beberapa ahli mengatakan bahwa diperlukan waktu hingga 15 tahun bagi Korea Utara untuk sepenuhnya mengakhiri program nuklir, yang diperkirakan mencakup materi untuk 25 hingga 30 senjata nuklir. Sementara Gedung Putih kemungkinan manjadikan denuklirisasi ini berlangsung lebih cepat.

Namun, dalam hal ini, apa yang disebut dengan “denuklirisasi” sesunggunya masih menjadi pertanyaan. Beberapa ahli juga melihat adanya jurang pemisah antara definisi denuklirisasi yang dipahami AS dan Korea Utara.

Kim Jong Un memiliki tiga tujuan utama dalam setiap kesepakatan

Pertama adalah bantuan dari sanksi ekonomi yang diperoleh Korea Utara yang telah memblokir investasi dan perdagangan asing ke negaranya. Kedua adalah keamanan bahwa dirinya akan tetap berkuasa. Ketiga yaitu penghapusan sekitar 30.000 pasukan AS dari Korea Selatan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memimpin tim negosiasi AS

Pompeo telah dua kali bertemu dengan Kim Jong Un dalam beberapa bulan terakhir. Kedatangan Pompeo itu merupakan upaya untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Donald Trump.

Gedung Putih berhati-hati dalam berekspektasi

“Saya pikir ini akan menjadi proses. Tetapi hubungan ini masih dalam tahap pembangunan, dan itu merupakan hal yang positif,” ujar Trump pada awal Juni ini.

“Yang bisa saya katakan adalah saya benar-benar siap untuk pergi,” kata Trump pada Kamis lalu.

Perang kata-kata antara Trump dan Kim telah mereda

Sebelumnya, keduanya sempat saling melempar ejekan. Trump pernah mengejek Kim sebagai “Little Rocket Man” pada tahun lalu. Pernyataan itu kemudian dibalas oleh Kim yang menyebut Trump sebagai “mad man” dan “dotard” yang bisa berarti pikun.

Akankah Trump berbicara tentang pelanggaran HAM?

Rezim Korea Utara dikenal sebagai salah satu pelanggar hak asasi manusia terbesar di dunia, dengan sekitar 200.000 tahanan politik menjalani masa kerja di kamp kerja paksa di seluruh negeri. Pemerintah mengontrol semua aspek ekonomi, media, dan proses politik. Sejauh ini, ada sedikit indikasi bahwa Trump akan mengangkat masalah ini dengan Kim di Singapura.

Apa yang Jepang dan Korea Selatan inginkan?

Kedua negara ini ingin kemampuan nuklir Korea Utara ditangani. Namun, mereka berharap AS tidak mengabaikan program senjata kimia Korea Utara yang canggih yang menjadi ancaman bagi pariwisata di kawasan dua negara.

Jepang juga tertarik dengan nasib sisa korban penculikan warganya oleh Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an. Jepang telah menuntut agar rezim Kim mengembalikan setidaknya 12 warga Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara. Trump telah berulang kali dan secara terbuka berjanji untuk mengangkat masalah penculikan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar