Yamaha Aerox

"Kesehatan Adalah Napas dari Setiap Perjuangan Persib"

  Kamis, 07 Juni 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Ambulans milik Bobotoh Medic. (Dok. Bobotoh Medic)

JALAPRANG, AYOBANDUNG.COM--Rendy Evaluation, seorang bobotoh, tidak bisa melupakan kejadian saat Persib berhasil menang melawan Persipura lewat adu penalti yang menegangkan saat final ISL tahun 2014 di Stadion Jakabaring, Palembang.

Ketika itu bobotoh bersorak karena bisa menyaksikan kembali tim kesayangannya menjadi juara di kompetisi kasta tertinggi. Di saat yang sama, Rendy juga menyaksikan banyak bobotoh yang jatuh tumbang akibat sakit atau kelelahan akibat perjalanan jauh dari Bandung ke Palembang.

Kala itu tidak ada penanganan medis yang diberikan kepada bobotoh yang jatuh sakit saat laga final ISL 2014. Akhirnya, Rendy beserta rekan-rekannya yang bekerja di instansi kesehatan, berinisiatif untuk mendirikan komunitas suporter Persib yang dapat membantu sesama, utamanya saat di lapangan.

“Jadi Bobotoh Medic terbentuk memang ide dari kami untuk memberikan pertolongan medis kepada bobotoh lain, juga kepada sesama yang membutuhkan,” kata Rendy saat ditemui Rabu (6/6/2018).

Dari awal terbentuknya, Bobotoh Medic sudah memiliki kurang lebih 700 anggota. Bukan cuma mereka yang berasal dari Bandung atau Jawa Barat, tapi juga di luar itu hingga Bali dan Lombok.

Ketika pertandingan Persib berlangsung di lapangan, Bobotoh Medic telat siap dengan “alat tempur”-nya. Mulai dari obat-obatan, kotak P3K, hingga menyediakan ambulans ke stadion. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika ada bobotoh yang mengalami sakit atau kecelakaan.

Bobotoh Medic juga bertugas menolong para suporter dan memberikan pertolongan medis ketika timbul kericuhan pascapertandingan.

Tak hanya di lapangan, Bobotoh Medic juga aktif mengadakan bakti sosial, juga sosialiasi tentang kesehatan kepada masyarakat.

Yang unik, Bobotoh Medic tidak hanya mendukung pelatih dan para pemain Maung Bandung. Mereka juga punya kedekatan khusus dengan dokter ofisial Persib, Raffi Ghani. Bahkan, kata Rendy, dokter Raffi jadi salah satu sosok di balik terbentuknya komunitas ini.

“Di balik suksesnya Persib, kita tidak boleh melupakan jasa dokter Raffi. Beliau sudah mengantarkan Persib juara meski hanya di balik layar,” ujar Rendy.

Rendy beserta anggota Bobotoh Medic lain juga kerap berdiskusi dengan dokter Raffi. Baik itu tentang kondisi para pemain hingga sharing informasi tips-tips kesehatan.

Bahkan, sebagai bentuk apresiasinya kepada dokter Raffi, Bobotoh Medic sempat memasang giant flag, yang bertuliskan “Kesehatan adalah nafas setiap perjuangan Persib”, yang disertai gambar wajah dokter Raffi. Bendera besar ini dibuat oleh Ujang Ruhana dan kawan-kawan dari Divisi Kreatif Bobotoh Medic.

Selain dokter Raffi, Bobotoh Medic tak lupa memberikan apresiasinya terhadap fisioterapis, Benidektus Adi, atau yang akrab disapa Beni. Sosok Beni punya peranan penting ketika ada pemain yang mengalami cedera di lapangan. Beni juga menjadi seseorang di balik kebugaran para pemain Persib.

Sebagai orang-orang yang bergerak di bidang medis, Bobotoh Medic berpesan agar tim Maung Bandung senantiasa menjaga staminanya di lapangan. Selain itu, mereka juga meminta pelatih Persib, Mario Gomez untuk memberikan kesempatan kepada para pemain lapis dua agar bisa memiliki jam terbang.

“Karena mereka harus dimainkan agar menjaga staminanya. Juga sebagai antisipasi jika ada pemain inti yang cedera atau dipanggil oleh Timnas,” tutur Rendy.

Seperti bobotoh pada umumnya, Rendy beserta anggota Bobotoh Medic lainnya berharap agar Persib bisa kembali mencetak prestasi tertinggi pada musim ini.

“Tentunya Persib bisa menjadi juara kembali. Pesannya agar kekeluargaan antarpemain, manajemen, dan bobotoh bisa saling terjaga. Untuk saling memotivasi dan melengkapi,” ucap Rendy.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar