Yamaha Aerox

Ini yang Terjadi Kalau Kamu Tidur Tanpa Menghapus Maskara

  Rabu, 06 Juni 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi -- Menggunakan maskara untuk bulu mata. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Coba tengok tokoh-tokoh perempuan di berbagai sinetron masa kini. Kalau diperhatikan, mereka punya satu kebiasaan seragam, melakoni adegan tidur dengan wajah yang tetap mendapatkan pulasan make up, termasuk di antaranya maskara.

Itu bukan contoh yang baik. Kebiasaan tidur dengan pulasan make up juga terjadi di dunia nyata, bahkan berujung dengan hal yang mengerikan. Simak saja kisah Theresa Lynch, seorang wanita 50 tahun di Sydney, Australia, yang mendatangi seorang dokter dan mengeluh tentang sensasi tajam di kedua matanya.

Sang dokter menemukan bintik-bintik hitam yang mengerikan di bagian dalam kelopak mata pasien. Itu semua terjadi karena rutinitas kecantikan yang bermasalah. Salah satunya adalah keengganan menghapus make up setelah beraktivitas dan menjelang tidur, terutama maskara.

“Dia mengaku lebih dari 25 tahun menggunakan maskara pada bulu matanya dan jarang dihapus,” ujar dokter mata, Dana Robaei, dalam sebuah studi kasus, melansir Science Alert.

Puluhan tahun tidur dengan maskara menimbulkan banyak masalah di mata wanita. Lynch harus berakhir dengan peradangan kronis yang aneh di matanya.

Di dalam kelopak mata, potongan-potongan kecil maskara telah terakumulasi selama bertahun-tahun dan berubah menjadi benjolan-benjolan kecil yang menyakitkan. Bahkan, beberapa potongan itu juga menggaruk korneum (lapisan epidermis terluar) wanita yang menyebabkan ketidaknyamanan.

“Gejalanya seperti seseorang melemparkan segenggam pasir di mata Anda,” ujar Robaei.

Kendati demikian, belum jelas maskara apa yang digunakan Lynch. Namun, beberapa merek dengan fitur memanjangkan bulu mata punya kemungkinan lebih besar untuk membuat bahaya kelopak mata.

Dalam studi kasus itu, dokter membutuhkan waktu selama 90 menit untuk mengangkat semua benjolan dari mata Lynch.

“Ini adalah kasus yang luar biasa. Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Tapi, ini adalah risiko yang tidak disadari banyak orang,” ujar Robaei.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar