Yamaha NMax

Studi Menemukan Berjalan Kaki Cepat Menurunkan Risiko Kematian Dini

  Rabu, 06 Juni 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi jalan kaki. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Tak sedikit orang yang punya kebiasaan berjalan kaki dengan cepat. Meski terkadang kebiasaan itu membikin orang yang punya kemampuan jalan kaki lebih lambat kerap merasa kesal, tapi siapa sangka jika jalan kaki cepat dapat memperpanjang usia hidup.

Hal itu ditemukan oleh sebuah penelitian di Australia. Penelitian itu menemukan bahwa kecepatan berjalan kaki dapat memprediksi risiko kematian dini.

“Kecepatan berjalan terkait dengan semua penyebab risiko kematian,” ujar salah seorang peneliti, Emmanuel Stamatakis, melansir Science Alert.

Para peneliti mengumpulkan respons lebih dari 50.000 orang untuk 11 survei yang dilakukan di Inggris dan Skotlandia antara tahun 1994 hingga 2008. Tim peneliti dari University of Sydney, Australia, ini mencari hubungan antara kecepatan berjalan kaki dengan tingkat kematian yang disebabkan oleh berbagai hal seperti kanker, kardiovaskular, dan lain-lain.

Hasilnya, berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi dari rata-rata menurunkan kemungkinan kematian akibat gagal jantung ataupun stroke. Sebagai informasi, kecepatan jalan kaki manusia pada umum berkisar antara 5-7 km/jam. Namun, kecepatan itu juga tergantung pada tingkat kebugaran setiap individu. “Indikator lain dari jalan kaki cepat adalah ketika seseorang kehabisan napas atau berkeringan saat berjalan kaki,” kata Stamatakis.

Manfaat dari berjalan kaki cepat itu dapat dirasakan oleh seseorang yang berusia di atas 60 tahun. Risiko kematian akibat kardiovaskular bisa menurun hingga 46%.

Namun, yang perlu diingat adalah bahwa penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine ini didapat melalui jawaban survei yang dilaporkan masing-masing responden. Artinya, hasil penelitian ini tidak berlaku saklek.

“Mengetahui dampak dari aspek fisik (misalnya, kesehatan jantung) dan aktivitas fisik (misalnya, berjalan kaki) dengan potensi risiko kematian dini adalah kompleks,” ujar Stamatakis. Dia mengatakan bahwa hasil studi ini jelas tak bisa dimakan mentah-mentah.

Risiko penyakit, kata Stamatakis, akan tergantung pada daya kekuatan tubuh setiap individu. Namun, yang harus diingat dalam pikiran adalah bahwa aktivitas berjalan kaki memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan seseorang di masa depan.

Lagi pula, doktrin soal aktivitas fisik yang mampu meningkatkan kesehatan masa depan ini bukanlah hal baru. Sejak lama sejumlah ahli kesehatan merekomendasikan seseorang untuk menyediakan waktu selama 30 menit dalam sehari untuk beraktivitas fisik seperti berjalan kaki.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar