Yamaha Aerox

Komunitas Albatros, Wadahnya Pelajar se-Bandung Raya Berkegiatan Positif

  Selasa, 05 Juni 2018   Fathia Uqim
Anggota Komunitas Albatros saat membagi-bagikan takjil bagi warga di kawasan Jalan Asia-Afrika, Bandung, Senin (5/6). (Fathia Uqim/ayobandung)

ASIA AFRIKA, AYOBANDUNG.COM—Selalu ada kegiatan positif yang bisa dilakukan. Tengok saja Komunitas Albatros, sebagai komunitas pelajar SMP hingga SMA se-Bandung Raya, yang getol berkegiatan positif mulai dari olahraga, seni, hingga penyaluran sumbangan dana ke sejumlah pihak yang membutuhkan.

Komunitas Albatros ini sejatinya memang hadir untuk menjadi wadah berkumpul dan menyebarkan kegiatan positif di lingkungan sekitarnya. Kehadiran Albatros sejak tahun 2005 lalu punya banyak pengaruh di lingkungan pelajar di Bandung Raya.

Berawal dari teman nongkrong, Chandra, Yayan, dan Egi, pelajar SMP Negeri 27 Bandung membentuk Albatros jadi sebuah komunitas. Albatros bergerak di bidang sosial dan penyaluran aktivitas remaja sebagai upaya menghindari hal-hal buruk.

“Daripada ngerokok, narkoba, seks bebas, Albatros mewadahi para pelajar SMP sampai SMA dengan mengadakan futsal, Albatros Cup, pentas seni Albatros, dan menyalurkan dana rutin setiap tahun ke Pesantren Nurul Huda, Dago,” ujar Ketua Komunitas Albatros, Dhafaa Alathur (18) kepada ayobandung.com, Senin (4/6/2018).

Setiap malam Minggu, Albatros berkumpul di Taman Cibeunying untuk nongkrong sembari bertukar pikiran. Kini, Albatros mengantungi lebih dari 285 anggota aktif dari seluruh SMP dan SMA di Bandung.

Nama Albatros terinspirasi dari burung yang dapat terbang jauh, lama, dan saat tidur pun masih bisa terbang. Konsep burung Albatros ini menjadi tujuan komunitas bahwa mereka harus selalu di atas dan lebih maju dalam kebaikan.

“Setiap ada yang membutuhkan, Albatros akan sedia membantu. Kami akan mengutamakan anggota Albatros yang membutuhkan. Seperti kemarin, kami berswadaya untuk membantu orang tua dari anggota Albatros yang operasi,” ujar Dhafaa.

Albatros pun tak pernah absen untuk membantu fakir miskin dengan memberi makanan gratis hasil swadaya anggota, membantu korban banjir Dayeuh Kolot, dan membagikan takjil gratis, serta sahur on the road.

“Kami terbuka untuk para pelajar di mana pun yang mau bergabung. Bersama-sama jadi teman main yang positif dan membawa manfaat untuk kehidupan orang lain,” kata Dhafaa.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar