Yamaha Lexi

Mencecap Cimbel, Tepung Sagu Diguyur Sambal Kacang

  Senin, 04 Juni 2018   Fathia Uqimul Haq
Sajian cimbel berbentuk kubus sebelum diguyur sambal kacang. (Fathia Uqim/ayobandung)

BABAKAN CIPARAY, AYOBANDUNG.COM—Bosan dengan sajian menu yang tersedia di kafe-kafe perkotaan? Jika iya, artinya kamu butuh variasi menu. Oleh karenanya, kamu bisa mencoba kudapan tradisional yang satu ini. Namanya cimbel alias aci sambel.

Cimbel ditemukan oleh Eha Julaeha (64), seorang ibu rumah tangga yang sejak 1972 silam telah menjajakan kudapan ini di kediamannya di Jalan Babakan Ciparay, Bandung. Sampai saat ini, cimbel jualan Eha laris.

Ditemui di kediamannya pada Senin (4/6/2018), Eha tengah bersiap memasak cimbel dan berbagai penganan lain untuk dijual menjelang waktu berbuka. Selain di bulan Ramadan, Eha bakal mulai berdagang pada pukul 06.00 WIB.

Cimbel adalah adonan aci atawa tepung sagu, air, dan garam yang diaduk dan dicetak di atas nampan. Usai membeku, bak agar-agar, cimbel dipotong hingga berbentuk menyerupai kubus. Sekilas, cimbel ini mirip dengan ciwang, kudapan tradisional khas Sukabumi.

“Perbedaannya ada pada topping. Ciwang diberi bawang goreng dan daun bawang, kalau cimbel tidak,” kata Eha kepada ayobandung.com.

Cimbel yang dibentuk menyerupai kubus itu kemudian diguyur sambal kacang. Harganya cukup Rp2.000 saja untuk tiga aci. Setiap hari Eha membuat dua loyang aci dan kerap ludes hanya dalam waktu satu jam saja. Wajar saja, rasanya yang tidak terlalu asin, kenyal, dan diguyur sambal kacang begitu nikmat dicecap lidah.

Cimbel yang dijajakan Eha adalah murni sebagai buah pikirnya sendiri. Sejak lama, Eha memang kerap berkreasi dengan berbagai kudapan tradisional. Seiring berjalannya waktu, dagangannya kian laris manis diserbu pembeli.

Benar saja, usai memasak, Eha langsung dikerubungi pelanggan yang sudah antre di depan rumahnya. Bahkan, beberapa pelanggan memesan terlebih dahulu supaya tetap kebagian.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar