Yamaha NMax

Bukti Nyata Kalau Vampir Itu Ada

  Senin, 04 Juni 2018   Arfian Jamul Jawaami
Ilustrasi Vampir.

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Vampir dipercaya sebagai karakter fiksi yang hadir pada zaman Yunani kuno. Namun, cerita tentang keberadaan vampir ternyata juga ditemukan di beberapa negara Britania Raya, Amerika Selatan, dan Asia Timur.

Di Tiongkok, vampir dikenal dengan nama ‘jiangshi’. Masyarakat Chile menyebut vampir dengan ‘peuchen’. Sementara di Skotlandia, manusia penghisap darah yang takut dengan sinar matahari lebih dikenal dengan nama ‘baobhan sith’.

Kuburan manusia bertaring layaknya vampir pernah ditemukan di beberapa negara Eropa seperti Italia, Republik Ceko, Bulgaria, Polandia, dan Yunani. Namun, serangkaian bukti tersebut tidak kemudian membuat keberadaan vampir beralih dipercaya. Vampir tetap diyakini sebagai dongeng fiksi belaka.

Hingga akhirnya, seorang peneliti dari Idaho State University bernama William mengungkapkan fakta mengejutkan. William meyakini bahwa keberadaan vampir berwujud manusia benar adanya. Keyakinan tersebut didasarkan setelah William bertemu dengan seorang wanita yang mengaku sebagai vampir. 

Secara sosial, vampir yang dimaksud William memiliki kehidupan layaknya manusia. Mereka bergaul juga membaur. Mereka juga memiliki cita-cita dan mengejar kesuksesan dalam berkarier. Namun, soal selera makan tentu memiliki perbedaan.

"Aku terkejut bahwa manusia yang hidup dengan meminum darah ternyata memang ada. Mereka menghisap darah melalui leher orang lain," ujar William seperti dikutip dari Newsweek.

Akan tetapi, vampir yang dimaksud William tidak memiliki gigi bertaring. Mereka menghisap darah dengan cara merobek leher pendonor. Dikatakan pendonor karena pemberi darah telah lebih dulu menyetujui proses tersebut. 

Pendonor darah selalu diberi makan dengan gizi yang baik agar stamina dan kesehatan spiritual terjaga. Tidak jarang hubungan cinta justru terjalin antara vampir dengan pendonor yang sukarela memberikan darah.

William juga mengaku pernah bertemu dengan aliansi vampir Atlanta yang memiliki 11 anggota. Anggota aliansi saling menutupi identitas satu sama lain agar tidak memengaruhi pekerjaan dan kehidupan sosial. "Bahkan mereka juga takut anak mereka akan diambil oleh pekerja sosial," ujar William. 

Pengakuan William serupa dengan kisah hidup seorang ibu dua anak asal Pennsylvania, Amerika Serikat bernama Julia Caples. Seperti dikutip dari Mirror, Julia dijuluki ‘Dark Rose’ karena kebiasaannya meminum setengah galon darah manusia setiap bulan.

Julia mengaku telah melakukan kebiasaan tersebut selama 30 tahun terakhir. Serupa pengakuan William, Julia juga membayar pendonor yang bersedia dihisap darahnya. Bahkan, wanita berusia 50 tahun tersebut membuka pendaftaran pendonor secara daring. 

Tidak heran jika kemudian lingkungan masyarakat di sekitar Julia tinggal merasa terganggu. Julia kerap mendapatkan ancaman pembunuhan yang membuatnya tidak dapat menetap lama dalam satu tempat.

"Aku sudah kehabisan kota untuk ditinggali. Bahkan aku kehilangan pekerjaan berulang kali. Hidupku tidak mudah tetapi aku masih dapat memberi nafkah keluarga," ujar Julia. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar