Yamaha NMax

Masjid Al Imtizaj, Tempat Belajar Para Mualaf

  Minggu, 03 Juni 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Masjid Al-Imtizaj. (Eneng Reni n Jamil/ayobandung)

BANCEUY, AYOBANDUNG.COM--Masjid Al Imtizaj, salah satu tempat ibadah umat muslim dengan gaya bagunan seperti klenteng. Al Imtizaj ini tak hanya digunakan untuk ibadah para jamaah maupun pendatang melainkan juga untuk belajar Islam bagi para mualaf. 

Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Al Imtizaj, Muhamad Yahya Azlani mengatakan, pihaknya dalam waktu satu pekan sekali rutin menggelar pengajian, kajian, dan bimbingan mengenal Islam bagi mualaf maupun masyarakat yang ingin mengenal Islam.

Tidak hanya dibuka untuk umum, Al-Imtizaj juga berfungsi mewadahi para mualaf keturunan Tionghoa, sama seperti Masjid Lautze. Mereka belajar mengaji, agama Islam, salat, serta berkegiatan bersama dengan jemaah lain. 

"Tiap hari Minggu, satu minggu sekali, ada pembinaan mualaf. Pembinaannya standar saja mulai dari belajar Alquran, pengenalan Islam dasar, dan sebagianya." kata Yahya saat ditemui ayobandung.com, Minggu (3/6/2018)

Pada intinya, masjid yang memiliki arti nama Pembauran atau Ronghe dalam bahasa Mandarin itu sangat terbuka bagi yang ingin mengenal Islam. Baik keturunan Tionghoa maupun masyarakat dari manapun. 

Namun sebenarnya, Kota Bandung memiliki dua masjid dengan gaya yang serupa yakni Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong, Bandung. Namun sedikit berbeda dengan Masjid Al Imtizaj. Lautze merupakan yayasan sehingga akan lebih fokus dalam menggelar kajian keislamannya. Sedangkan Al Imtizaj hanya menggelar satu minggu sekali.

"Lautze itu 'kan yayasan, Kalau di sini kegiatannya terbuka. Selain itu soal kajian difokuskan di Masjid Raya Bandung, karena pembina dan kegiatan utamanya di sana. Jadi masjid ini sifatnya seperti tempat transit ,” ucapnya.

Dijelaskan, masjid yang berada persimpangan jalan itu banyak dikunjungi warga setempat. Tak hanya warga melainkan pengunjung dari luar Bandung pun kerap beribadah di sana. 

Terlebih dalam bulan suci Ramadan, masjid ini akan selalu ramai. Sepanjang waktu selama Ramadan, pengunjung, kata Yahya silih berganti dan terus berdatangan di setiap waktunya.

"Dari waktu ke waktu tidak pernah henti. Karena lokasinya strategis dari Jalan ABC, Pasar Baru, Cikapundung, dan sekitar," jelasnya.

Masjid dengan kapasitas mampu menampung 150-200 jamaah itu pun digunakan untuk melaksanakan salat tarawih setiap Ramadannya. Pihak DKM pun selalu menyediakan takjil untuk masyarakat berbuka puasa.

"Ramadan, kegiatannya hanya nambah ceramah dan tarawih, paling kami menyediakan takjil ala kardarnnya menjelang Magrib dan Isya. Tapi dari waktu ke waktu jumlah ini tidak pernah berhenti mau dari Magrib ke Isya, Dzuhur ke Ashar, atau Ashar ke Magrib," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar