Yamaha Aerox

Susah Berhenti Merokok? Pilih Jenis Rokok Ini

  Jumat, 25 Mei 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, Amaliya. (Eneng Reni N Jamil/ayobandung)

SEKELOA, AYOBANDUNG.COM--Di luar negeri layaknya Eropa atau Amerika, rokok elektrik atau yang akrab disebut vape telah jadi metode untuk berhenti merokok.

Bahkan, hal itu sudah diatur oleh dokter atau pemerintah setempat untuk menjadikan rokok elektrik sebagai alat bagi perokok berat yang susah berhenti merokok dan ingin berhenti. 

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, Amaliya mengatakan, dengan jenis rokok ini, perokok berat masih menemukan kenderungan kesenangan yang dihasilkan rokok konvensional lantaran endorfin masih dihasilkan.

"Kalau ingin berhenti merokok rokok tembakau tapi susah bisa memilih alternatif rokok elektrik atau vape karena di jenis rokok ini endorfinnya masih keluar. Kalau cuman dikasih nikotin pack atau permen saja, kebiasaan dulu sebagai perokok itu ternyata tidak didapatkan dan akhirnya dia kembali lagi merokok tembakau konvensional," ungkap Amaliya kepada ayobandung.com, Rabu (23/5/2018) petang.

Bahkan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) ini menyebut, rokok elektrik memiliki tingkat keberhasilan atau tingkat berhenti lebih tinggi dibandingkan koyo, nikotin pack, atau permen karet nikotin. 

"Rokok elektrik atau vape ini kalau di luar negeri bisa disamakan keberhasilan dengan obat-obatan yang dimakan," lanjutnya.

Karena itu, pihaknya telah melakukan penelitian terhadap kandungan likuid yang digunakan pada rokok elektrik pada 2017. Dari penelitian terhadap likuid itu, Amaliya dapat melihat adanya perubahan zat yang masih dalam batas ambang yang bisa diterima sebagai kontaminan jika dibanding dengan kandungan zat pada rokok konvensional. 

Amaliya mencontohkan, jika seorang perokok menghisap satu batang rokok, dia bisa menghasilkan 400 zat racun. 

"Jadi dari satu batang mengkasilkan 400 zat racun. Sedangkan pada rokok elektrik zatnya hanya sekitar 5-10 zat saja. Jelas, Itu jauh sekali perbendaannya," ungkapnya.

Selain itu, para peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia pun telah meneliti kondisi pada rongga mulut antara bukan perokok, perokok tembakau, dan perokok jenis vape. 

Dia menjelaskan, dari segi kebersihan mulut antara perokok elektrik dengan perokok konvensional memiliki kondisi yang sama. Namun, jika dibandingkan bukan perokok, jelas, bukan perokok lanjut dia lebih bersih lantaran kondisi plak dan karang giginya lebih sedikit. 

Namun, dari hasil penelitian sel antara bukan perokok, perokok elektrik, dan perokok tembakau, justru pada perokok tembakau memperlihatkan ketidakstabilan sel. Ketidakstabilan sel itu kata Amaliya menjadi salah satu indikator terjadinya kanker di rongga mulut. 

"Sementara pada bukan perokok dan perokok elektrik, hal itu tidak didapatkan. Sehingga bisa kami simpulkan pengguna elektrik tidak mengalami ketidakstabilan sel yang dialami oleh perokok tembakau," lanjutnya.

Ketidaksabilan Sel Sebabkan Kanker

Amaliya mengungkapkan, salah satu indikator terjadinya kanker mulut pada seorang perokok konvensional adalah ketidakstabilan sel yang berakibat adanya inti-inti kecil zat dalam sel. Dengan begitu, kehadiran inti kecil zat ini mengindikasi adanya pembelahan selnya yang tidak dapat dikontrol oleh tubuh.

"Inti sel ini berasal dari TAR dan 400 zat racun yang dihasilkan oleh rokok yang dibakar. Di rokok elektrik ini kan prinsipnya tidak dibakar sehingga tidak menghasilkan TAR atau prosuk dari hasil pembakaran. Sementara TAR ini lah yang beracun," bebernya.

Oleh karenanya, sesuai prinsip Harm Reduction (mengurangi bahaya) Amaliya menyebut, rokok elektrik ini sudah memenuhi persyaratan untuk mengurangi bahaya. 

"Tapi bukan berarti tidak ada bahaya, tetap ada. Tetapi jika orang-orang ingin berhenti merokok tapi susah berhenti, dengan cara lain hal ini jadi salah satu alternatif. Sebab salah satu upaya mengurangi bahaya rokok adalah mengurangi nikotin sedikit demi sedikit hingga menjadi nol," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar