Yamaha Lexi

Ngamural Terminal Bersama John Martono di Leuwi Panjang

  Jumat, 25 Mei 2018   Fathia Uqimul Haq
Masyarakat, perwakilan instansi pemerintahan, dan anggota kepolisian saat memulas dinding plaza Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Kamis (24/5). (Fathia Uqim/ayobandung)

LEUWIPANJANG, AYOBANDUNG.COM—John Martono mendadak tak ingin menambah porsi makan saat jam makan siang sebulan lalu di sebuah warung nasi di Terminal Leuwipanjang. Kondisi tembok yang kusam di area plaza terminal membuatnya tak bergairah. Situasi menyebalkan itu pula yang membuatnya ingin membuat perubahan di terminal terbesar di Kota Bandung itu.

“Saat itu saya langsung hubungi Dinas Perhubungan (Kota Bandung) buat swadaya ngemural tembok ini,” kata John kepada ayobandung.com usai menyemprot cat pylox ke dinding, Kamis (24/5/2018).

John memang begitu. Aktivitas seperti ini adalah kesukaannya. Dia langsung mengerahkan massa hanya dengan mengunggah poster di akun Instagramnya. Begitu pula dengan Dinas Perhubungan yang mengajak masyarakat umum untuk bersama-sama mewarnai terminal ini.

“Saya suka bikin hashtag  #bersamaseni di media sosial. Jadi tema mural ini ya the journey of happiness, gambar ini efek gembira bareng aja,” tutur lelaki yang sukses membuat jembatan layang Antapani berwarna-warni ini.

John tampak sibuk ke sana ke mari memantau masyarakat yang memulas dinding dengan cat tembok. Tidak hanya warga dan polisi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi bersama jajarannya dan Kepala Terminal Leuwi Panjang, Edi Kalbari beserta anggota-anggotanya pun turun memulas dinding yang telah digambar sebelumnya oleh John.

“Jadi saya tinggal lihat saja,” kata John sambil tersenyum dengan sedikit peluh bercucuran. Dia tampak begitu senang dengan gerakan itu. Bahkan, dia memasang kain di atap terminal supaya tak terlihat lagi kekusamannya. “Jadi serasa kawinan, enggak usah pre-wedding di Kawah Putih, di terminal aja,” ujarnyaseraya tertawa kecil.

Kegiatan ngamural ini jadi aktivitas ngabuburit. “Finishing sama aku dan timku. Karena level teknis tiap orang berbeda-beda,” ujar John.

Warga memang tak berjalan sendiri dan asal memulas dinding. Ada tim yang diturunkan John yang bertugas mengarahkan warga tentang warna yang harus digunakan. Sebagian warga lain tampak ikut mencampur cat dinding di tengah plaza.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi terlihat asyik memotret dengan gawainya ke setiap aktivitas mural yang tengah berjalan. Usai memulas dinding dengan tangannya sendiri, Didi menuturkan terminal adalah salah satu media yang dapat menjadi wadah kreativitas.

“Leuwi Panjang adalah terminal yang sudah siap dimural. Kami sedang pikirkan bagaimana Cicaheum dapat dibenahi. Kami mengonsep Cicaheum sebagai terminal yang hijau,” kata Didi kepada ayobandung.com dalam kesempatan yang sama.

Keinginannya membuat terminal yang menyenangkan dan tak lagi suram adalah sebuah cita-cita. Dimulai dari Leuwi Panjang, beberapa terminal lain tengah dalam perencanaan, katanya sambil berjalan.

Didi mengajak masyarakat untuk merasa memiliki terminal. Oleh sebab itu, dia mengajak warganet untuk mengunggah sebuah konten ke media sosial yang mengatakan bahwa terminal itu menyenangkan. “Orang itu mau datang ke suatu tempat kalau tempat itu menyenangkan,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar