Yamaha Aerox

Saung Kasep Berdayakan Perajin Aksesoris Sunda

  Minggu, 20 Mei 2018   Fathia Uqim
Aksesoris di Saung Kasep.(Fathia)

DAGO, AYOBANDUNG.COM--Sejak tiga tahun lalu, Edi Dago (33) menjalani usaha aksesoris dan cinderamata kerajinan khas Jawa Barat. Bekal keinginan kuat dalam melestarikan budaya Sunda, Edi memberdayakan para perajin untuk membuat kerajinan seperti kalung, gelang, gantungan kunci, atau karinding.

Edi menyelamatkan masyarakat di sekelilingnya yang punya keahlian tapi tidak bisa memasarkan barang dengan membeli hasil karya mereka. Berbekal latar belakang Edi di percetakan, aksesoris tersebut dia kemas rapi dan diberi label Saung Kasep.

“Saya suka melihat orang yang punya keahlian dalam membuat kerajinan, lalu saya tampung mereka dan menjual barang tersebut. Meskipun banyak yang datang ke saya seperti pengrajin karinding, saya enggak pilih-pilih, saya terima semua,” ujar Edi saat ditemui ayobandung.com, Minggu (20/5/2018).

Edi ingin menyelamatkan para perajin agar tidak berada di bawah orang lain.  Perajin harus  bebas berkreasi dan menjadi pengusaha mandiri. Edi mendorong mereka untuk tetap berkarya dengan memberikan pesanan pelanggan.

“Seperti waktu itu ada yang pesan ratusan karinding. Saya punya enam kenalan perajin yang berkolaborasi, jadi saya bagi pesanan itu ke mereka,” katanya.

Aksesoris Saung Kasep sudah mejeng di beberapa tempat di antaranya Hotel Cipaku dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar. Uniknya, aksesoris Saung Kasep membawa Edi empat kali menuju pameran berkat undangan langsung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar di Taman Mini Indonesia Indah.

“Saya juga selalu memanfaatkan peluang. Di Cigadung, daerah saya, punya paguyuban pencak silat yang besar. Setelah ditanya, mereka tidak memiliki cinderamata pencak silat. Akhirnya saya buat aksesoris dan buah tangan pencak silat tersebut,” ungkapnya.

Tidak ada modal, Edi sempat menggadaikan laptop kesayangannya. Setelah mendapat modal satu juta hasil menggadai, Edi membuat iket atau totopong printing, kaos, stiker, dan pin.

Pendapatan Edi hasil dari menjual kerajinan khas Jabar bisa mencapai  Rp900.000 setiap bulan. Bahkan, waktu tahun pertama dia  bisa membeli motor akibat hasil menjual aksesoris.

“Namun sekarang semakin tahun semakin menurun. Paling hanya dapat Rp400.000 karena banyak saingannya,” katanya.

Kendati demikian, Edi berharap supaya konsinyasi barang Saung Kasep dapat tembus ke berbagai supermarket ternama.

“Karena saya ingin memasyarakatkan kerajinan khas Jabar ini dan meningkatkan ekonomi para perajin,” katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar