Yamaha Aerox

Ini Pendapat Kang Uu soal Money Politic di Pilkada

  Minggu, 20 Mei 2018   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi pilkada
KUNINGAN, AYOBANDUNG.COM--Calon wagub Jabar nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ulum, menyayangkan terjadinya kasus politik uang (money politics) pada kampanye calon Bupati Kuningan, yang kini sedang diproses secara hukum. Karena hal itu membuat sebagian masyarakat ketakutan hadir dalam  kampanye pilkada. 
 
“Saya  datang ke sini kok tidak banyak yang hadir. Ternyata warga khawatir, soalnya sebelumnya ada kasus money politics yang diproses secara hukum,” kata Kang Uu, sapaan akrab Bupati Tasikmalaya 2 periode ini saat berkampanye di di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Minggu (20/5/2018).
 
Rupanya belum lama ini ada pelaku politik uang divonis tiga tahun oleh  majelis hakim di Pengadilan Negeri Kuningan karena terbukti memberikan uang kepada warga saat kampanye salah satu calon bupati, di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.
 
KH. Amung, tokoh masyarakat Desa Darma mengakui warga di desanya trauma atas peritiswa tersebut.  “Masyarakat  takut peristiwa bagi-bagi duit itu terulang di desanya, sehingga kampanye Kang Uu di desa kami tak banyak dihadiri oleh masyarakat. Padahal, maksud kedatangan Kang Uu ke sini untuk menyampaikan visi, misi, dan programnya,” kata dia. 
 
Kang Uu sangat prihatin dengan demokratisasi Pilkada yang tercoreng oleh politik uang. Menurut cawagub  yang berpasangan dengan Ridwan Kamil dan popular dengan  sebutan Rindu (Ridwan Kamil–Uu) ini, setiap paslon harus memiliki kedewasaan dalam berpolitik. Politik uang yang terjadi di desa Darma telah mencederai demokratisasi dan menimbulkan trauma di masyarakat. 
 
Pada pilkada ini, lanjut Kang Uu,  paslon dan tim suksesnya harus mengedukasi masyarakat,  mendekati calon pemilih dengan silahturahmi, dialog, sampaikan visi misi dan program, agar terjalin hubungan emosional antara paslon dan calon pemilih. “Mendekati calon pemilih tidak harus dengan uang. Saya berharap kasus ini tidak terulang lagi,” kata Kang Uu.  
 
“Jadikan pilkada ini sebagai ajang adu gagasan dan ide kreatif dan inovatif. Mereka yang mampu memberikan gagasan yang solutif bagi masalah rakyat, maka dialah yang layak dipilih,” kata cucu KH. Choer Affandi, pendiri Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya ini. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar