Yamaha Aerox

Agus Jawara Barista dari Kampung Batulonceng Lembang

  Jumat, 18 Mei 2018   Fathia Uqim
Agus Abdul Hidayat. (Fathia Uqim/ayobandung)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Dalam perhelatan Ngopi Saraosna Vol.5, Jumat (11/5/2018), Agus Abdul Hidayat memenangkan kompetisi barista. Dia menyisihkan 15 finalis terpilih dari barista se-Jawa Barat. Lelaki 20 tahun itu menyabet juara ketiga.

Ditemui di rumahnya di Kampung Batulonceng, Desa Suntenjaya, Lembang, Agus bercerita soal dirinya yang baru saja tenggelam dalam dunia kopi. Khususnya kopi asal tanah kampungnya.

Agus ternyata baru dua tahun melakoni profesi barista selepas SMK. Namun berkat kegigihannya, ia dapat membawa pulang hadiah alat seduh V60, satu set dripper V60, server, dan teko saat mengikuti kompetisi barista di Gedung Sate.

“Kompetisi kemarin kita harus menilai tingkat moisture, acidity, dan menebak jenis biji kopinya,” katanya kepada ayobandung.com baru-baru ini.

Agus menilai bahwa biji kopi yang dia dapatkan saat penjurian berasal dari biji kopi Jabar karena biji pilihan Jabar memiliki ukuran yang lebih besar daripada luar Jabar.

AYO BACA : Bellstone Coffee, Kopi Asli Tanah Batulonceng

Sejak dia tamat SMK jurusan otomotif dua tahun lalu, Agus mulai mengikuti pelatihan barista dan pelatihan sejenis mengenai kopi di berbagai tempat.

“Saya sudah kenal kopi sejak 2008 karena bapak pun petani kopi dan mengajak saya menanam bersama,” ujarnya.

Sejak tenggelam dalam perkopian, Agus meninggalkan dunia otomotif. Dia pun serius menjalankan usahanya dengan membantu pengolahan kopi bapaknya, sampai tahap pengemasan yang siap dijual dengan label Bellstone Coffee.

“Sambil membantu di Bellstone Coffee, saya juga bekerja di Communal Coffee Roastery, baru dua bulan,” katanya.

Comunal Coffee Roastery adalah tempat roasting atau pembakaran kopi yang berada di Dago. Di sana Agus melakukan pembakaran kopi dari berbagai daerah. Para petani menjual greenbean ke Communal, kemudian Communal melakukan pembakaran dan mendistribusikan ke berbagai kedai kopi di Bandung dan Serang.

“Dominan kopinya berasal dari Jawa Barat. Ada juga greenbean dari Sumatera, Aceh, dan Bali,” ujarnya. 

Sekarang, Agus terus mengembangkan kemampuan dirinya di Communal Coffee Roastery dan menggarap kopi asli hasil tanah Kampung Batulonceng. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar