Yamaha NMax

Di Cina, Putus dari Pacar Butuh 'Duit Pisah'

  Kamis, 17 Mei 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi putus cinta. (Pixabay)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Personel kepolisian di Hangzhou, Cina, menemukan koper mencurigakan pada awal Mei ini. Koper itu berisi duit dua juta yuan atau setara dengan Rp4,4 miliar. Luar biasa bukan?

Kepolisian berhasil melacak pemiliknya. Setelahnya, barulah polisi tahu jika segepok duit miliaran rupiah itu merupakan break-up fee atau ongkos putus hubungan. “Saya mengatakan kepadanya (mantan kekasihnya) bahwa saya hanya memiliki dua juta yuan,” ujar pria muda si pemilik koper menukil Xinhua.

Ya, tren break-up fee atau ongkos putus tengah menjadi tren anyar di Cina dalam beberapa tahun ke belakang.

Bisakah itu disebut sebagai harga dari cinta sejati? Semua orang tahu bahwa berpacaran membutuhkan banyak uang. Ya, setidaknya untuk mentraktir pasangan satu es krim berikut seporsi steak daging sapi di awal hubungan, atau memberikan kado ulang tahun, dan ongkos liburan bersama.

Mengutip BBC, biaya putus ini menjadi semacam kompensasi di akhir hubungan jangka panjang. Orang yang memutuskan diharuskan untuk membayar. Mereka memutuskan berdasarkan jumlah waktu, usaha, dan uang yang mereka investasikan dalam hubungan.

Faktanya, biaya putus ini lebih sering dibayar oleh pihak pria lantaran didorong rasa bersalah atau untuk mengimbangi kekesalan pasangan mereka.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa biaya putus adalah fenomena urban yang dipicu oleh meningkatnya konsumerisme. Namun, beberapa orang menganggap bahwa itu merupakan bentuk penghargaan pada zaman dahulu, ketika kaum wanita Cina lebih bergantung secara finansial pada pria.

Sikap orang Cina terkait pacaran bersifat pragmatis dan diarahkan untuk sebuah pernikahan. Jadi, biaya ini dimaksudkan untuk mencegah pihak yang menderita kerusakan emosional.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar