Yamaha Mio S

Selama Ramadan, Ini Peringatan KPU Kota Bandung Buat Paslon dan Timses

  Rabu, 16 Mei 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ilustrasi. (Satrio)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Berdasarkan kesepakatan bersama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Panwaslu dan LO Paslon Pilwalkot 2018, tidak ada jenis dan bentuk kampanye dialogis malam hari selama bulan suci Ramadan.

Ketua KPU Kota Bandung, Rifki Ali Mubarok menyebutkan, saat mengikuti ibadah di bulan Ramadan para paslon tidak boleh melanggar aturan kampanye.

"Batasan kampanye selama ramadan tetap dibatasi waktu tidak ada perubahan waktu kampanye yakni masih dari pukul 09.00-18.00 WIB. Tidak boleh ada kegiatan kampanye melewati waktu tersebut," tegas Rifqi.

Rifki mencontohkan, kegiatan khas ramadan yang berada di dalam ketentuan waktu kampanye seperti Shaur on The Road, pawai obor keliling, dan kegiatan yang bermuatan kampanye di malam hari juga dilarang.

"Segala rupa kegiatan kampanye yang dirangkaikan dengan kegiatan ramadan yang melewati batas waktu, tidak boleh. karena patokannya kampanye hanya pukul 09.00-18.00 WIB," lanjut Rifki.

Sementara, ketika disinggung jika ada paslon yang melaksanakan tarawih keliling, Rifki menyampaikan tidak jadi persoalan. Asalkan, paslon terabut tidak membawa-bawa unsur kampanye selama kegiatan safari Ramadan itu. 

Masing-masing Paslon, tidak dihalangi untuk melakukan safari Ramadan ke masjid untuk melaksanakan ibadah. Paslon juga diperbolehkan membawa penceramah atau mengisi ceramah. 

"Misal kalau ada salah satu paslon yang melakukan tarawih keliling, tidak apa-apa. Asal jangan ada unsur kampanye. Seperti habis tarawih isi ceramah tapi mengandung ajakan atau bawa atribut kampanye, nah itu yang tidak boleh," bebernya.

Rifki juga menyebutkan, bagi paslon yang membawa penceramah selama safari Ramadan hanya boleh menyapa paslon tanpa menyelipkan kata-kata yang berbau kampanye.

"Penceramah juga tidak boleh menyelipkan kata-kata ajakan untuk memilih. Serta penceramah tidak boleh menyampaikan visi dan misi serta program bahkan jargon paslon," tegas Rifki.

Selain itu, KPU mengimbau bagi paslon maupun timses yang melakukan safari Ramadan dilarang membawa dan menggunakan pakaian dan atribut kampanye ke dalam masjid. Dalam kegiatan safari Ramadan, Paslon juga tidak diperbolehkan untuk memberikan sumbangan atau sedekah yang berbau kampanye.

"Kita hanya memperbolehkan jika paslon ingin bagi-bagi takjil tidak melebihi Rp 25.000 per porsi dan itu pun tidak melewati batas waktu ketentuan. Selain itu, saat pembagian makanan tersebut timses maupun paslon tidak diperbolehkan untuk menyampaikan kata sambutan, ajakan, atau atribut kampanye," tandasnya. 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar