Yamaha Mio S

Kampung Toleransi, Sebuah Cara Jalani Indahnya Perdamaian

  Jumat, 11 Mei 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ilustrasi -- Seorang warga saat akan menjalankan ibadah salat di Masjid Al Amanah, Gang Ruhana, Jalan Lengkong Kecil, Bandung. (Ramdhani/ayobandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Sejumlah kampung toleransi bermunculan mewarnai kehidupan di Kota Bandung. Teranyar, Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, meresmikan kampung toleransi di Gang Ruhana, Jalan Lengkong Kecil, Bandung, Jumat (11/5/2018). Sebelumnya beberapa kampung toleransi telah diresmikan, seperti di Kelurahan Jamika pada Agustus 2017 lalu.

Bagi Solihin, esensi kampung toleransi adalah memberikan ketenangan dalam berkehidupan. Jarak yang dekat di antara setiap rumah ibadah menimbulkan suasana nyaman dan rukun.

"Toleransi bukan sesuatu yang baru di Kecamatan Lengkong atau Bandung. Kota Bandung yang heterogen dari sisi kepercayaan tidak pernah mempermasalahkan itu. Di Lengkong sini, terbukti ada masjid, gereja, dan vihara. Dan, kerukunan ini tidak pernah dipermasalahkan oleh kita semua," ujar Solihin usai meresmikan Kampung Toleransi Gang Ruhana.

Solihin juga menilai, hidup setiap manusia datang dari perbedaan. Hal itulah yang membuat masyarakat berpikir bahwa perbedaan bisa menyatukan setiap masyarakat. Artinya, kata dia, perbedaan agama, suku, dan bahasa bisa bersatu dengan toleransi.

"Jangan mempertahankan perbedaan, tapi harus mepertahankan perdamaian. Meskipun kita lahir dari orang tua yang berbeda tapi kita memiliki nenek moyang yang sama, yakni Nabi Adam dan Siti Hawa," lanjut Solihin.

Dalam kesempatan ini, Solihin juga berpesan, ketika perbedaan itu muncul ke permukaan dan menimbulkan perpecahan, maka sebagai masyarakat yang menjunjung nilai toleransi, kita harus mampu bermusyawarah dan saling menjaga.

"Yang penting antara satu dan lain bisa berjalan bersama, hidup rukun bersama tanpa mempermasalahkan perbedaan adalah indah. Jadi setiap masyarakat yang ada di Bandung apapun agamanya kita harus saling menjaga dan melindungi," ujar Solihin.

Jadi embrio kampung toleransi

Solihin juga berharap, nilai toleransi di Kota Bandung tidak hanya ada di Kecamatan Lengkong atau Bojongloa Kaler. Dia berharap agar nilai tersebut tertanam di seluruh lapisan masyarakat.

"Apalagi kondisi sekarang kita menghadapi pilkada, pileg, dan pilpres. Makanya kita harus menjaga nilai ini. Kita berharap semoga ini jadi embrio pencanangan kampung toleransi untuk wilayah yang lain," pungkas Solihin.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar