Yamaha NMax

Dukung Industri Kopi, Pemprov Jabar Gelar West Java Coffee & Art

  Rabu, 09 Mei 2018   Dadi Haryadi
Suasana gelaran Ngopi Saraosna di Gedung Sate, Bandung. (jabarprov.go.id)

GEDUNG SATE, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan gelaran akbar di penghujung periode Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan bertajuk “West Java Coffee & Art” di kawasan Gedung Sate, Bandung. Acara yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (11-12/5/2018) ini akan menghadirkan hiburan dari grup band Padi dan penyanyi asal Malaysia, Sheila Majid.

Kabag Humas Setda Jabar, Ade Sukalsah mengatakan, acara tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perangkat daerah serta bank bjb. Terdapat beragam kegiatan yakni bazar, karnaval budaya, aneka pertunjukan hiburan, hingga bakti sosial.

"Kegiatan ini menjadi farewell bagi Pak Aher yang akan menutup masa baktinya sebagai Gubernur Jabar," ujar Ade, Rabu (9/5/2018).

Ade menjelaskan, acara ini akan menjadi ajang memamerkan potensi Jabar di mata internasional. Sebanyak lima duta besar akan hadir, di antaranya berasal dari Rusia, Maroko, Sudan, Belgia, dan Aljazair. Terdapat pula perwakilan sister province dari Australia Selatan (Australia), Shizuoka (Jepang), Ulsan (Korea Selatan), dan Heilongjiang (Tiongkok). Serta fun trip dari Uni Emirate Arab (UEA), Yordania, dan Oman.

"Berkaca dari kegiatan serupa sebelumnya, kami memperkirakan sebanyak 30.000 pengunjung akan hadir," kata Ade.

Salah satu kegiatan yang menjadi andalan yakni festival kopi melalui Ngopi Saraosna yang telah memasuki volume 5. Sebanyak 40 tenan dari petani dan penggiat kopi siap memanjakan seluruh pengunjung.

Selain itu, lanjut Ade, terdapat lelang kopi skala kecil kapasitas satu ton dengan tujuan memberikan edukasi kepada petani. Sekitar 10 pembeli akan menjadi peserta kegiatan lelang.

Menurutnya, kopi tengah menjadi tren di masyarakat sehingga perlu terus mendapat dukungan promosi dan lainnya.

Ade mengaku, respons masyarakat selalu luar biasa dalam setiap even Ngopi Saraosna. Sebagai bukti, nilai transaksi yang tercatat secara kasar mencapai Rp300 juta. Bahkan, berhasil mendapat penghargaan dari Kemenkominfo.

"Kami berupaya menggeliatkan ekonomi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan industri kopi," pungkas Ade.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar