Yamaha Aerox

Rugikan Negara Rp3 Miliar, 3 Pengepul Baby Lobster Ditangkap Polda Jabar

  Senin, 07 Mei 2018   Andri Ridwan Fauzi
Ilustrasi. (pixabay.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Tiga orang pengepul dan pejual baby lobster ilegal diamankan Polda Jawa Barat, di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Perbuatan yang dilakukan ketiga pelaku tersebut, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp3 miliar.

"Yang kami amankan ada tiga orang pengepul yaitu berinisial AW (38), AM (35), dan B (29) semua dari Kabupaten Sukabumi," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat gelar perkara di Makopolres Cirebon, dilansir dari Antara, Senin (7/5/2018).

Menurut Agung, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan mendalam untuk kasus perdagangan baby lobster ini. Selain itu juga akan mencari pelaku utama serta mengejar ke mana mereka menjual baby lobster tersebut.

"Kami akan lakukan pemeriksaan mendalam dan kita akan usut sampai ke mana dijualnya," tuturnya.

Pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari peran masyarakat sekitar yang memberikan informasi kepada Polisi adanya transaksi yang ilegal.

Sementara itu, Dirpolair Polda Jabar, Kombes A. Widi Handoko menjelaskan, pengungkapan kasus ini setelah tim menyelidiki, membuntuti, dan mengintai pelaku hingga akhirnya ditangkap di rumah tempat penampungan dan pengemasan baby lobster di Sukabumi.

"Di rumah itu tim melakukan penangkapan dan penggeledahan. Ditemukan box styrofoam berisi baby lobster, satu baskom baby lobster dan beberapa kemasan plastik berisi baby lobster siap kirim," ujarnya.

Diakui Widi, box styrofoam berisi ribuan benur jenis Pasir (PS) dan Mutiara (MT) ini akan dijual ke pengepul domestik dan luar negeri.

Total terdapat sekira 13.200 benur atau baby lobster jenis pasir dan 78 benur jenis mutiara yang rencananya dijual ke Singapura dan Vietnam.

"Di sana benur ini dibesarkan kembali lalu dijual ke Indonesia dengan harga yang lebih tinggi," ungkapnya. 

Dia menambahkan harga jual baby lobster jenis Pasir Rp250 ribu per ekor sementara jenis Mutiara Rp300 ribu per ekor. Total nilai kerugian akibat penjualan ilegal ini mencapai Rp3 miliar lebih.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar