Yamaha NMax

Okupansi Hotel Bintang di Jabar Naik, Nonbintang Turun

  Rabu, 02 Mei 2018   Arfian Jamul Jawaami
Ilustrasi okupansi hotel. (Financial Tribune)

SURAPATI, AYOBANDUNG.COM--Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Hotel (TPK) di Jawa Barat pada bulan Maret 2018 mencapai 55,72% atau naik 2,25 poin dibandingkan periode Februari.

"Pengamatan pada bulan Maret 2018 menunjukan tren kenaikan. Ini adalah kombinasi antara kemungkinan datangnya wisatawan mancanegara dan penggunaan hotel oleh instansi pemerintah," ujar Kepala BPS Jabar, Dody Herlando, Rabu (2/5/2018).

Serupa periode sebelumnya, TPK hotel bintang mengalami kenaikan signifikan sebesar 61,21%. TPK tertinggi terjadi pada hotel bintang empat dengan 66,30%. Sedangkan TPK terendah dialami hotel bintang satu dengan 33,86%.

"Ini informasi bagus bagi pariwisata Jabar. Soalnya ketika hunian hotel naik maka akan berdampak pada aspek pariwisata dan daya beli suvenir," ujar Dody.

Namun untuk TPK hotel nonbintang kembali menunjukan catatan penurunan menjadi sebesar 30,05%. TPK tertinggi dialami oleh hotel dengan kelompok kamar 25 hingga 40 sebesar 34,19 persen.

Untuk TPK terendah dialami oleh hotel dengan kelompok kamar kurang dari 10 sebesar 25,55%.

Adapun untuk rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang selama 1,90 hari. Catatan tersebut lebih baik dari rata-rata lama tamu menginap di hotel nonbintang yang hanya berdurasi 1,19 hari.

Tamu asing tercatat lebih lama menginap di hotel berbintang dengan durasi waktu 4,03 hari dan hanya 1,76 hari di hotel nonbintang. Sementara untuk tamu domestik rata-rata menginap selama 1,80 hari di hotel berbintang dan 1,18 hari di hotel nonbintang.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar