Yamaha NMax

Jumlah Korban Tinggi, Dokter Gelar Sosialisasi Penanganan Medis Korban Miras

  Sabtu, 28 April 2018   Fathia Uqim
Suasana gelaran "Master Class Up Date on Methanol Poisoning" di RS Melinda 2, Bandung, Sabtu (28/4). (Fathia Uqim/ayobandung)

PAJAJARAN, AYOBANDUNG.COM--Maraknya korban akibat minuman keras (miras) oplosan, Tim Penanggulangan Kesehatan Jiwa Masyarakat menggelar gelaran “Master Class Up Date on Methanol Poisoning” untuk para dokter se-Bandung Raya di RS Melinda 2, Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Acara yang digelar TPKJM bersama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Bandung dan Departemen Psikiatri FK Unpad ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam mendiagnosis dan mengobati pasien keracunan methanol, zat kimia yang ada dalam miras oplosan.

Ketua PDSKJI Bandung, Arlisa Wulandari, mengatakan bahwa para dokter akan dibekali materi mulai dari alasan orang meminum minuman keras, aspek farmakologi methanol, keluhan dan gejala, penatalaksanaan darurat keracunan methanol dan penatalaksanaan setelah masa darurat. 

"Karena kasus seperti ini harus diselesaikan bersama. Dokter di RSUD dan Puskesmas perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menegakkan diagnosa dan terapi keracunan miras oplosan secara tepat dan cepat," ujar Arlisa kepada ayobandung, Sabtu (28/4/2018). 

Dalam beberapa hari terakhir, 82 orang tewas akibat miras oplosan. Sebanyak 58 orang dari Kabupaten Bandung dan Sukabumi. Kemudian, ditemukan pula sebanyak tujuh korban jiwa di Jawa Timur. "Angka kematian akibat miras oplosan lebih dari 50%," kata Arlisa. 

Konsumsi miras oplosan yang tinggi dilatarbelakangi oleh mudah dan murahnya harga miras oplosan. Hal itu membuat remaja bisa dengan mudah mendapatkannya. Keingintahuan, coba-coba dan rasa ingin tahu menjadi faktor remaja yang ingin dianggap dewasa. "Faktor budaya dan lingkungan juga berperan, seperti kebiasaan minum-minuman keras dari orangtua dan keluarganya," kata Arlisa. 

Arlisa berharap, dengan langkah ini, para dokter dapat menangani lebih baik sebagai upaya penekanan kematian akibat miras oplosan. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar