Yamaha Mio S

Lima Komunitas Ini Lindungi Perempuan Korban Kekerasan

  Kamis, 26 April 2018   Fathia Uqim
Kampanye Samahita. (Instagram @samahita)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Isu kesetaraan gender dan kekerasan terhadap perempuan masih saja muncul di permukaan. Sejumlah lembaga atau komunitas berlomba-lomba bergerak untuk menangani isu tersebut.

Di Bandung, misalnya, sejumlah komunitas dan lembaga bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan caranya masing-masing. Kampanye, edukasi melalui kelas dan diskusi, hingga membuka layanan aduan adalah beberapa aksi yang beberapa komunitas di bawah ini lakukan.

 

Samahita

Komunitas yang satu ini memiliki tiga kegiatan. Kampanye, edukasi, dan pendampingan sosial. Namun, Samahita memiliki fokus untuk menolong remaja yang terkena kasus kekerasan dalam pacaran.

Karena kepeduliannya pada remaja, Samahita mempunyai program bernama Samahita Goes to School untuk mengedukasi remaja supaya menghindari kasus kekerasan dalam pacaran. Sebab, masa remaja adalah waktu yang rentan bagi seseorang mendapatkan kekerasaan ketika dimabuk asmara.

Tak hanya itu, Samahita juga getol menggelar kelas gender dan dialog sore yang membahas aneka permasalahan kesetaraan gender dan pelecehan seksual. Biasanya kegiatan tersebut digelar di Institut Francais Indonesia (IFI), Bandung.

Yayasan Siddikara

Meski sudah tak aktif lagi, tapi lembaga swadaya masyarakat lokal ini masih menerima aduan dan melakukan pendampingan sosial bagi korban usia pernikahan. Artinya, Siddikara fokus pada kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Berlokasi di Jalan Babakan Jeruk 1, LSM ini juga bergerak sebagai wadah para pejuang HIV/AIDS.

Angin Malam

Melalui diskusi dan membaca buku, Angin Malam menghimpun kawan-kawan yang ingin belajar mengenai wacana kesetaraan gender untuk kemudian diaplikasikan di lingkungannya masing-masing. Mereka sadar bahwa keadaan organisasi di zaman kiwari agak membatasi perempuan untuk mendapatkan akses terhadap ruang-ruang sosial.

Angin Malam sendiri berfokus pada perempuan perkotaan seperti korban penggusuran, pekerja kontrak perempuan, dan kelompok transgender.

Jarak

Komunitas yang didirikan akhir 2016 ini fokus pada pelecehan dan kekerasan di kampus dan luar kampus. Jarak membuka layanan aduan yang bisa ditindaklanjuti di dalam kampus, seperti melakukan pendampingan sosial kepada korban.

PadGHRS

Mengutip laman padghrs.org, Padjadjaran Resource Center on Gender and Human Rights Studies didirikan pada 22 Juni 2016 sebagai hasil dari fenomena ketidaksetaraan gender sekitar kampus di wilayah Bandung. Realitas sosial seperti seksisme, cat-calling, kekerasan seksual di jalan yang masih menjadi budaya adalah beberapa alasan utama mengapa PadGHRS berdiri.

PadGHRS memfasilitasi mahasiswa dan umum untuk belajar gender dan HAM bersama, baik melalui jalur daring ataupun luring.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar