Yamaha NMax

Risiko Merehabilitasi RTLH Satgas TMMD

  Senin, 16 April 2018   Asri Wuni Wulandari
Anggota Satgas TMMD dan pekerja bangunan saat memanjat bangunan dalam merehabilitasi RTLH di Desa/Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga. (Ist)

PURBALINGGA, AYOBANDUNG.COM—Setiap pekerjaan pasti mengandung risiko, termasuk salah satunya pengerjaan fisik sebuah bangunan. Sebut saja risiko saat merehabilitasi rumah tidak layak huni yang digarap oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa di Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga.

Contohnya, salah seorang Satgas TMMD, Serda Sebo Kahono, yang bekerja untuk merehabilitasi rumah milik Marsudi di Desa Karangjambu, Sabtu (14/4/2018). Dia harus memanjat stager untuk menghitung jumlah bata ringan yang diperlukan demi menyelesaikan rumah tersebut.

“Memang banyak risiko di proyek rehabilitasi RTLH. Terutama saat mengecor blandar (penyangga tiang utama) maupun memasang bata ringan di lokasi tinggi. Faktor keamanan tetap menjadi prioritas kami. Saya menyarankan para tukang untuk menggunakan tali pengaman,” kata Sebo dalam keterangan resmi yang diterima ayobandung, Senin (16/4/2018).

Diketahui, saat melakukan pengecoran blandar di bagian atas, Satgas TMMD harus memanjat stager buatan sendiri dengan ketinggian tertentu.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar