Yamaha NMax

Empat Orang "Bodoh" yang Jadi Miliarder

  Senin, 16 April 2018   Arfian Jamul Jawaami
Ilustrasi. (pixabay.com)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Seorang pengusaha sukses asal Indonesia yakni Bob Sadino pernah berkata, "Orang bodoh terus belajar sambil praktik. Orang pintar berhenti belajar tanpa praktik. Orang bodoh cari cara. Orang pintar cari alasan."

Dalam beberapa kasus, ungkapan Bob ada benarnya. Membuktikan antara sukses dan bodoh secara akademis tidak memiliki relevansi absolut. Untuk itu ayobandung merangkum empat tokoh dunia yang "bodoh" secara akademis tapi berhasil menjadi miliarder. Berikut daftarnya:

1. Jack Ma 
Pendiri Alibaba yang juga merupakan orang terkaya di Tiongkok, Jack Ma ternyata sangat buruk dalam matematika. Ketika berkuliah, Jack Ma pernah mendapat skor satu dari total nilai 120 dalam ujian matematika. Alasan yang kemudian membuat Jack Ma gagal di perguruan tinggi.

Bahkan, Jack Ma tidak pernah mengenal komputer layaknya Mark Zuckerberg atau Bill Gates karena hidup serba kekurangan sejak kecil. Namun, insting bisnis dan tekad yang kuat membawa Jack Ma mendirikan situs e-commerce Alibaba pada tahun 1999. 

Seperti dikutip dari Inc, Kamis (2/3/2017), pendirian Alibaba dilakukan setelah Jack Ma melewati serangkaian kisah kegagalan karena ditolak banyak perusahaan untuk berinvestasi.

Namun,lihat bagaimana Alibaba berkembang sekarang? Kini, Alibaba menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia dengan nilai market capital sekitar USD 400 miliar. 

2. Adam Khoo
Saat masih kecil, Adam Khoo adalah anak yang gemar menghabiskan waktu di depan televisi dan bermain video gim. Dua hal yang kemudian membuat Adam tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah.

Bahkan saat masih duduk di bangku kelas 4 SD, pria asal Singapura tersebut dikeluarkan dari sekolah. Kemudian Adam melanjutkan pendidikan di SD terburuk di Singapura. 

Kisah serupa kembali terjadi saat pendaftaran masuk SMP, Adam ditolak oleh enam sekolah terbaik di Singapura. Hal tersebut memaksa Adam kembali bersekolah di salah satu SMP terburuk di Singapura. 

Ketika SMA, Adam kembali masuk ke sekolah yang tidak bergengsi. Bahkan, seperti dikutip dari Steemit (16/6/2017), Adam menempati peringkat terakhir dari 10 anak dengan prestasi pendidikan terburuk di sekolahnya.

Kekurangan di dunia akademis tidak membuat Adam berhenti berharap. Kisah bermula ketika Adam mengikuti program Ernest and Young. Sebuah program yang kemudian membuat Adam sukses dalam bisnis pendidikan.

Bahkan saat berusia 22 tahun, Adam telah menjadi trainer tingkat nasional di Singapura dengan bayaran Rp 100 juta per jam. Saat berusia 26 tahun, Adam merupakan miliarder termuda di Singapura karena memiliki empat bisnis dengan total omset sekitar USD 20 juta per tahun.

3. Thomas Alva Edison
Ketika masih bersekolah, orang tua Thomas Alva Edison yakni Nancy Matthews Elliott pernah mendapat surat dari guru sang anak. Dalam surat tersebut tertulis: "Anak ibu, Tommy, sangatlah bodoh. Kami mohon agar ibu mengeluarkan Tommy dari sekolah".

Sejak saat itu, Nancy bertekad untuk sendirian memberikan pengajaran kepada anaknya. Seperti dikutip dari CBS News, (19/7/2012), Thomas sendiri hanya mengenyam waktu tiga bulan di pendidikan formal. 

Dengan bimbingan Nancy, Thomas dapat dengan mudah memahami buku sains dan gemar melakukan percobaan ilmiah. Hingga akhir usianya, Thomas telah mematenkan lebih dari seribu temuan yang mampu mengubah dunia. Perlu diingat temuan tersebut dilakukan lewat ribuan percobaan. 

4. Chris Gardner
Pernah menonton film Pursuit of Happyness yang diperankan oleh Will Smith? Ditinggalkan istri, hidup layaknya gelandangan karena tidak memiliki rumah, bekerja tanpa digaji, punya banyak utang, ditangkap polisi, hingga harta dicuri orang. Itulah kisah nyata kehidupan yang dialami oleh Chris Gardner.

Chris juga bukan pria dengan pendidikan tinggi. Namun Chris memiliki dua hal yang kadang dilupakan banyak manusia yakni harapan dan perjuangan tanpa hanti. Kini Chris menjadi miliarder dan memiliki sebuah perusahaan pialang saham Gardner Rich and Co. Chris juga aktif sebagai motivator. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar