Yamaha Mio S

Lucu, Ini Cerita Satgas TMMD Dikerjai Anak Kembar

  Senin, 16 April 2018   Andri Ridwan Fauzi

PURBALINGGA, AYOBANDUNG.COM--Metode jarimatika adalah suatu cara berhitung menggunakan jari-jari tangan. Metode ini dikembangkan oleh Septi Peni Wulandani tahun 2004 silam. Jarimatika ini melatih siswa untuk mempergunakan otak kiri dan kanan dengan optimal, karena siswa menggerakkan jari-jarinya sambil berpikir.

Ilmu jarimatika ini juga diaplikasikan Satgas TMMD dalam gelaran TMMD Reguler ke-101 Kodim 0702/Purbalingga di desa sasaran, Desa/Kecamatan Karangjambu, Rabu (11/4/18).

Serka Suratman, Satgas TMMD, adalah yang menerapkannya kepada Ana (9) dan Ani (9), anak kembar kelas 5 SD di SDN 1 Karangjambu, saat akan minum kopi di warung milik ibu kedua anak tersebut.

Ani bertanya kepada Suratman tentang jumlah perkalian suatu bilangan. Dengan cepat, Suratman menjawab setelah menghitung dengan jarinya. Sontak saja,  acara berhitung yang dilakukannya mengundang kedua anak tersebut dan meminta diajarkan. 

“Ini namanya jarimatika, dek. Setelah saya ajari nanti, besok pasti lancar dalam mengalikan suatu bilangan,” ucap Serka Suratman.

Alhasil, kedua bocah tersebut dalam waktu singkat dapat melakukan perhitungan dengan menggunakan metode jarimatika. Keduanya tampak sangat senang dan merasa paling pintar.

“Terimakasih pak Ratman, sekarang saya jadi bisa dan cepat dalam perkalian. Sekarang kalau 2018 dibagi 33 berapa Pak……???” tanya Ani kepada Suratman.

“Sebentar ya, dik, ada sms dari Komandan…..saya tinggal dulu,” alibi Suratman mengalihkan pembicaraan dan kabur meninggalkan keduanya.

“Kopinya nanti saya bayar, bilang sama ibu,” imbuhnya sambil cengar-cengir membelakangi Ana dan Ani.

Hal senada juga dilakukan oleh Serka Widyo, rekan Suratman, yang mengajari anak-anak SD N 1 Karangjambu yang pulang sekolah saat berjumpa dengannya di pinggir jalan. Widyo memaparkan secara gamblang perhitungan dengan metode ini.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar