Yamaha Mio S

Debat Pilwalkot, Pakar Nilai Jawaban Paslon Bertele-tele

  Senin, 16 April 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Debat Pilwalkot Bandung kedua yang berlangsung di Hotel Holiday Inn Bandung, Minggu (15/4/2018) malam. (Eneng Reni/ayobandung)

PASTEUR, AYOBANDUNG.COM--Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung mengikuti debat publik kedua yang berlangsung di Hotel Holiday Inn Bandung, Minggu (15/4/2018) malam. Namun jawaban mereka dinilai masih belum tajam menjawab berbagai permasalahan di Kota Bandung.

Pengamat Politik sekaligus panelis Debat Pilwalkot Bandung, Asep Warlan Yusuf, mengatakan solusi yang mereka sampaikan bukan solusi baru, tetapi jawaban sebelumnya yang sudah banyak didengar masyarakat Kota Bandung.

"Harusnya ada surprise, dan sekarang belum ada. Sayang lagi-lagi jawabannya terlalu banyak ilustrasi, solusinya kurang proporsional dengan waktu yang digunakan," ujar Asep usai debat.

Selain itu, menurut Asep, semua paslon belum memanfaatkan waktu menjawab secara efektif. Ia menilai mereka terlalu bertele-tele dan banyak memberi ilustrasi ketimbang langsung memberi solusi tegas dan konkret.

"Cara berkomunikasi mereka kurang betul memanfaatkan waktu yang ada, manajemen waktu belum optimal. Jadi terlalu banyak porsi masalah yang diungkapkan, sedangkan porsi solusi terbatas waktu," imbuhnya.

Padahal berbagai masalah perkotaan yang ditanyakan kepada paslon adalah persoalan yang sering sekali ditemui di masyarakat. Dalam berbagai kesempatan pun ketiga paslon itu kerap membicarakan permasalahan tersebut.

Oleh karenanya, pada debat publik ketiga atau terakhir nanti, Asep berharap, ketiga paslon dapat lebih mempertajam solusi dan memanfaatkan waktu menjawab sebaik mungkin. 

"Mudah-mudahan solusi itu nantinya bisa dibungkus atau dikuatkan pada debat ketiga. Solusi yang lebih ril, kontret, dan terukur.  Bukan sekadar visi misi dibacakan lagi, sudah standar karena hal itu sudah akrab di masyarakat," ucapnya.
 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar