Yamaha Aerox

Hasil Studi: Yang Berbakat Belum Tentu Sukses dan Jadi Orang Kaya

  Jumat, 13 April 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM–Manusia seringkali tak menerima kalau keberhasilan yang didapat hanya dipicu oleh faktor keberuntungan. Kita lebih senang mendefisinikan keberuntungan kepada hal-hal yang lebih spesifik seperti kecerdasan, keterampilan, dan kerja keras yang brilian.

Akan tetapi, jika kesuksesan berkorelasi langsung dengan kemampuan setiap individu, mengapa ada banyak orang kaya dengan bakat yang biasa-biasa saja? Dan, mengapa orang-orang terpintar di dunia bukan merupakan orang terkaya?

Melansir BBC Capital, sebuah makalah yang ditulis oleh tim peneliti Italia menggunakan simulasi komputer untuk mengetahui tingkat kesuksesan yang ditentukan oleh kekayaan finansial. Penelitian itu menunjukkan bahwa orang-orang yang paling sukses di dunia bukanlah yang paling berbakat. Mereka adalah orang-orang yang paling beruntung.

Para peneliti menciptakan dunia imajiner yang diisi dengan 1.000 individu dengan berbagai tingkat bakat dalam posisi acak, juga yang beruntung dan tidak beruntung secara acak.

Setiap orang memulai dengan 10 unit modal. Tingkat bakat mereka–mulai dari karakteristik seperti kecerdasan, keterampilan, dan usaha–memengaruhi probabilitas perubahan peluang keberuntungan menjadi lebih besar.

Namun, setelah simulasi selama 40 tahun, distribusi kekayaan terlihat tak merata layaknya di dunia nyata. Hasilnya, hanya sebagian kecil dari 1.000 orang itu yang terbilang sukses.

“Kami menemukan fakta bahwa orang yang paling sukses, memang cukup berbakat, tetapi sangat sangat sangat beruntung,” ujar ilmuwan fisika Alessandro Pluchino, yang masuk ke dalam tim penelitian.

“Kami menemukan korelasi antara keberuntungan dan kesuksesan. Mendapati serangkaian peristiwa beruntung yang membawa individu pada kesuksesan luar biasa, meski bakat individu lebih rendah daripada orang-orang super berbakat.”

Pluchino mengatakan, ada banyak orang-orang di sekitarnya yang dianggapnya sangat berbakat. Namun, belum tentu mereka bisa menjadi seseorang yang sukses.

Peneliti mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dimiliki untuk mencapai kesuksesan. Seseorang, kata Pluchino, harus mempunyai keterampilan tertentu untuk memanfaatkan peluang-peluang yang muncul.

Bakat itu berupa banyak hal. Mulai dari etos kerja, kecerdasan, hingga kebiasaan bekerja keras.

Namun, keterampilan saja tidak cukup. Dalam simulasi, orang-orang berbakat justru hanya sebagian kecil dari jejeran orang-orang sukses.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar