Yamaha Mio S

PKK Zaman Now Versi Netty Heryawan

  Kamis, 12 April 2018   Dadi Haryadi
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan.

JALAN BUKIT PAKAR, AYOBANDUNG.COM--Tantangan kader gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di era modernisasi  semakin berat. Pasalnya, kader dituntut harus mampu menangani pergantian kader yang DO (drop out-berhenti), hingga mengikutsertakan pemuda dalam kegiatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui usai menjadi pembicara pada acara pertemuan rutin Ikatan Wanita Bank (IWABA) Bandung, di Sierra Cafe & Lounge, Rabu (11/4/2018).

Menurutnya, PKK di zaman now harus lebih responsif terhadap permasalahan di masyarakat, baik itu permasalahan yang terkait bidang kesehatan, bidang sosial, termasuk ketenagakerjaan. Juga harus bisa merespon ketika ada bidang yang belum ter-cover.

Selain itu, lanjut Netty, kader wajib memiliki strategi dalam menyalurkan program supaya sesuai dengan kemampuan masyarakat.

"Harus mampu membuat masyarakat tergerak, berarti harus ada strategi. Itu yang harus dipikirkan oleh PKK zaman now,” jelasnya.
 
Lebih lanjut dia menilai prinsip gerakan PKK yang berdasarkan pada kesukarelaan menjadi faktor utama tingginya tingkat DO pada kader PKK. Sebab, tidak ada upah seperti pegawai pemerintah atau swasta.

Permasalahan ini, kata Netty, dapat diselesaikan jika kader PKK mampu menggandeng organisasi pemuda, seperti Karang Taruna, PIK-Remaja Pusat Informasi Kesehatan Remaja, maupun Generasi Berencana yang berisi anak-anak muda yang sudah terbiasa aktif di kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Netty menilai hal ini cukup sulit, mengingat anak muda masa kini lebih mementingkan urusan ide kreatif daripada kegiatan-kegiatan PKK.

“Saya belum melihat bahwa generasi muda itu tertarik pada PKK. Kalau sekarang anak muda disuruh nerima pendaftaran ibu-ibu balita, nungguin giliran ditimbang didacin, mana ada yang mau,” pungkasnya.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar