Yamaha NMax

Taman Bobotoh yang Kesepian

  Kamis, 12 April 2018   Fathia Uqimul Haq
Taman Bobotoh, Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung)

KARAPITAN, AYOBANDUNG.COM—Kamu bisa melihatnya dari persimpangan Jalan Gurame-Jalan Karapitan, dekat dengan Pasar Ancol. Ada taman yang mencolok dengan nuansa biru di samping aliran Sungai Cikapundung. Itulah Taman Bobotoh.

Sebelumnya, areal tersebut sempat kumuh dan kurang terawat. Namun, dulu kawasan itu terbilang ramai, rajin ditongkrongi oleh bobotoh. Maklum, taman tersebut lokasinya berdekatan dengan Sekretariat Viking Persib Club. Sayangnya, sejak dipugar dan diresmikan sebagai Taman Bobotoh pada Juli 2017 lalu, pengunjung yang biasanya datang urung untuk berkunjung.

“Tidak pernah saya lihat orang-orang ke tempat itu lagi,” kata salah seorang penjaga toilet Taman Bobotoh, Enggang, kepada ayobandung, Selasa (10/4/2018).

Taman Bobotoh punya kursi berbentuk kubus seperti taman tematik lainnya di Bandung. Rumput hijau yang bersih, terawat, dan dirindangi pepohonan. Ada sungai yang cukup bersih meski berada di samping pasar. Tidak ada bau tak segar atau kios bertebaran. Semua habis dibereskan petugas.

Sudah tujuh tahun lamanya Enggang menjadi penjaga toilet di kawasan tersebut. Namun, khusus untuk satu tahun ke belakang, pendapatannya menurun drastis. Entah apa penyebabnya. Yang jelas, sejak taman tersebut dipugar menjadi lebih resik, pengunjung justru semakin sepi.

“Dulu kalau Persib main sama Persebaya, bobotoh ngumpul di sini banyak banget. Jadi kalau mau main, pasti ngumpul-nya di sini dulu,” kata lelaki 58 tahun itu.

Setiap hari Enggang kudu menyetor Rp75.000 ke petugas dari hasil jaga toilet. Akibat bobotoh tidak lagi datang ke taman yang berlokasi di Jalan Cilentah tersebut, petugas menurunkan setoran menjadi Rp60.000.

“Dulu paling sepi saya dapat Rp100.000. Sekarang seramai-ramainya hanya dapat Rp100.000,” ujar Enggang. Ia sendiri mengaku tak cukup dengan pendapatan ini. Mau bagaimana lagi, dia belum punya pekerjaan lain. Bosan, katanya. Namun Enggang tetap melakoni pekerjaan sebagai penjaga toilet dan menjaga Taman Bobotoh yang kesepian.

Dulu, sebelum taman dipugar, Enggang biasa menyapu taman dan membersihkan area tersebut.  Bobotoh berkumpul dan nongkrong di tempat ini. Apalagi ketika kios di depan taman masih berjejer.

Menurut Enggang, sekarang orang yang datang ke taman hanya anak sekolah atau yang sekadar lewat saja. Bahkan, hanya orang yang sengaja untuk menggunakan toilet saja.

Di tempat terpisah, salah seorang pengurus kesekretariatan Viking, Kris Andieka, mengatakan bahwa penyebab berpindahnya bobotoh adalah karena adanya wacana dari Pemerintah Kota Bandung kepada pengurus VPC untuk meninggalkan taman lantaran hendak dipugar.

"Wacananya sekretariat akan dipindahkan ke tempat lain. Saat ini, sementara sekretariat di Muara Sari, tempat konveksi dan salah satu toko merchandise Viking," ujarnya kepada ayobandung saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Kamis (12/4/2018).

Sampai Taman Bobotoh selesai, belum ada kejelasan dari pemindahan tersebut. Menurut Kris, rencananya, sekre yang dibangun pada tahun 2000 tersebut, akan dijadikan tempat ibadah atau pos. Namun, berdasarkan pantauan, sekre tersebut masih kosong tak berpenghuni.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar