Yamaha Aerox

Dari Kecelakaan, Elly Sukses Usaha Mie Lidi Queen

  Kamis, 12 April 2018   Fathia Uqim
Elly Rahmaliah saat mengaduk mi lidi dengan bumbu di rumah produksi Mie Lidi Queen, Kabupaten Bandung, Rabu (12/4). (Fathia Uqim/ayobandung)

CIMENYAN, AYOBANDUNG.COM--Kalau saja tidak mengalami kecelakaan motor saat itu, mungkin sekarang Elly Rahmaliah tidak menjadi pengusaha mi lidi. Malapetaka empat tahun lalu membawa hikmah kepada keluarganya.

Ditemui di rumah produksi Mie Lidi Queen, Jalan Sekemerak, Bojongkoneng, Kabupaten Bandung, Elly memperlihatkan cara pembuatan mi lidi yang sering ditemui sebagai jajanan anak. Makanan mi lidi ini renyah, tipis, kering, dan panjang seperti sapu lidi.

Makanan yang kerap disebut “lidi-lidian” ini sudah terkenal di kalangan masyarakat. Namun, tak semua orang mengetahui bagaimana pembuatan camilan favorit itu.

Sembari bercerita pengalaman awal terjun ke dunia bisnis, Elly mengaduk lidi yang sudah digoreng dengan bumbu pedas racikannya. “Saya dulu kerja di Pasar Simpang,” katanya saat ditemui ayobandung, Rabu (11/4). Bekerja di pasar bertahun-tahun membuatnya ingin membuka usaha sendiri. Dia sadar bahwa kerja kerasnya hanya untuk membangun perusahaan orang lain.

Suatu ketika, Elly mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak bisa berdiri. Suaminya pun sering izin dari kantor lantaran harus mengantar Elly ke rumah sakit. Teguran pun datang dari kantornya.

Kecelakaan tersebut membuat Elly istirahat total dan berhenti dari pekerjaannya. Kemudian, Elly berpikir bagaimana untuk mendapatkan penghasilan. Ibu tiga anak tersebut akhirnya menjual mi lidi yang ia beli di grosiran lalu dikemasnya kembali. Dari sana, pelan-pelan Elly belajar pembuatan mi lidi.

“Kemudian setelah merasa mampu untuk buat sendiri, kenapa enggak. Awalnya buat bumbunya sendiri dan membeli kerupuk  mentah. Lalu, lama kelamaan merambah produksi mi lidi,” kata Elly. Elly tak menyana penjualan mi lidi miliknya terbilang tokcer. Akhirnya, Elly pun fokus untuk memproduksi mi lidi.

Dalam satu hari, Elly dapat memproduksi 30-40 kilogram mi lidi atau sekitar 240 buah mi lidi. Tentu mi lidi mentah yang Elly punya sudah melalui berbagai eksperimen. Tapi kini, Elly sudah tahu betul adonan yang pas untuk Mie Lidi Queen supaya renyah dan enak.

Namun, Elly tak membuat sendiri mi lidinya. Sebab, proses pembuatan mi lidi dilakukan di tempat produksi besar. Elly hanya perlu memberikan resep adonan mi lidi miliknya kepada si pembuat untuk kemudian dibelinya.

Setelah jadi, mi lidi itu diaduk dengan bumbu racikan Elly untuk selanjutnya dimasukkan ke kemasan plastik dan ditimbang hingga mencapai 45 gram. Voila! Mie Lidi Queen pun siap dijual.

Selain menjual dalam kemasan plastik yang dibanderol Rp5.000-an, Mie Lidi Queen juga hadir dalam kemasan tabung yang dijual Rp12.000.

Mi Lidi Queen punya 12 varian rasa yang menggiurkan, di antaranya pedas, keju manis, keju asin, balado, balado sambal hijau, jagung bakar, cokelat, rendang, jagung manis, ayam bawang, rumput laut, dan lada hitam. Rasa pedas adalah favorit banyak orang. Terbukti, jika membuat 400 bungkus mi lidi, 300 di antaranya dibumbui rasa pedas. “Setelah yang pedas, ada jagung bakar, keju, dan cokelat juga yang jadi favorit,” kata Elly.

Selain merambah ke penjualan daring, Elly memiliki 40 reseller di berbagai tempat. Mie Lidi Queen bisa ditemukan di kantin-kantin kampus, perkantoran, toko kue, dan warung rumahan.

Usaha yang dirintis Elly dan suaminya sejak 2014 ini membawa hikmah. Selain bisa bertahan hidup tanpa bekerja di perusahaan orang lain, kini Elly mampu menyekolahkan anak-anaknya. Tak hanya itu, Elly juga mampu menyediakan lapangan kerja bagi enam orang pegawai yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, Elly juga aktif memberi ilmu kewirausahaan di berbagai tempat setelah ia bergabung di Wirausaha Baru Jawa Barat 2014.

“Enggak tahu kalau saya tidak mengalami kecelakaan, kayanya saya masih kerja di pasar. Kecelakaan membawa hikmah,” kata Elly sambil tersenyum lebar.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar