Yamaha Aerox

Eman Sulaeman, Kiper Disabilitas Terbaik di Ajang HWC 2016

  Minggu, 01 April 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Eman Sulaeman (paling kiri) saat berfoto dengan dua orang rekannya yang sama-sama menjadi juri ajang League Of Change. (Anggun Nindita K Putri/ayobandung)

TAMANSARI, AYOBANDUNG.COM--Juli 2016 merupakan masa yang tidak akan dilupakan bagi Eman Sulaeman. Saat itu,  dia bersama rekan satu timnya berhasil membawa nama Indonesia melaju ke perempat final Homeless World Cup (HWC) yang diselenggarakan di Glasgow, Skotlandia.

Aksi Eman di lapangan membuat siapapun yang menontonnya sangat terpukau. Dia sangat lincah di lapangan ketika berlaga sebagai seorang kiper meski dirinya memiliki keterbatasan fisik.

Ya, Eman memang terlahir dengan kaki yang tidak sempurna. Kaki kanannya hanya sebatas pergelangan, sedangkan kaki kirinya sebatas lutut.

Tapi jangan salah, saat di lapangan, Eman sama sekali tidak terlihat canggung. Terbukti, Eman telah berhasil menyelamatkan gawang tim HWC Indonesia dari serangan para lawannya. Tak heran, dia pun akhirnya didapuk sebagai kiper terbaik di gelaran HWC tahun 2016.

Meski memiliki keterbatasan fisik, ternyata Eman sudah sedari kecil menyukai sepak bola. Jelang remaja, Eman mulai rutin menjalani olahraga futsal.

“Di tahun 2015 saya sempat mau ikut seleksi HWC tapi ketika itu belum sempat ikut karena beberapa halangan,” kata Eman saat ditemui di Lapangan Street Soccer Bawet, Minggu (1/4/2018).

Kesempatan itu datang satu tahun kemudian. Di tahun 2016, Eman ditawari oleh seorang temannya ikut mengikuti seleksi HWC.

Selama tiga hari pemuda asal Majalengka ini mengikuti proses seleksi. Mulai dari melengkapi berkas, tes kesehatan, assesment, hingga tes fisik dengan langsung turun ke lapangan.

“Hari ketiga langsung disuruh turun untuk game (bermain bola). Awalnya gugup, tapi lama-lama akhirnya terbiasa juga,” ujar Eman.

Kini meski tak lagi bermain di ajang HWC, Eman tetap aktif di lapangan hijau. Untuk ajang seleksi League of Change (LOC) yang diselenggarakan pada 1 April 2018, Eman membantu bertugas sebagai juri di lapangan. Dia memantau dan memberi nilai kepada para peserta yang mengikuti LOC.

Sehari-sehari Eman juga berprofesi yang tak jauh dari lapangan hijau. Di kota kelahirannya, Majalengka, sekarang dirinya berprofesi sebagai pelatih futsal di salah satu sekolah di sana.

Eman menilai sekarang kegiatan sepakbola jalanan memiliki perkembangan yang sangat positif. Terbukti kini para kaum marjinal semakin memiliki kesempatan buat bisa berlaga di lapangan hijau.

“Perkembangannya sudah sangat bagus sekali untuk street soccer. Semakin menunjukan bahwa kaum marjinal jangan dipandang sebelah mata,” ungkapnya.

Selain dapat mengajarkan teknik dan strategi di lapangan, Eman menuturkan, pada praktiknya, sepakbola jalanan juga sebagai ajang pembentukan karakter dan mental yang lebih kuat untuk para kaum marjinal.

“Yang penting kita punya niat dan keinginan untuk bisa maju. Dari situ kalau kita yakin, pasti selalu ada kesempatan untuk bisa menjadi lebih baik,” tuturnya.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar