Yamaha NMax

Kabupaten Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

  Rabu, 14 Maret 2018   Hengky Sulaksono
Banjir Dayeuhkolot. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung meningkatkan status kebencanaan dari siaga menjadi tanggap darurat di daerah yang kerap dilanda banjir. Penetapan status tanggap darurat berlaku mulai 15-21 Maret 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengatakan, peningkatan status tersebut didasarkan pada tingginya curah hujan yang terjadi di Bandung Raya dan sekitarnya hingga akhir Maret. Kondisi ini, membuat ancaman banjir dan longsor masih mengintai Kabupaten Bandung.

"Hasil rapat koordinasi termasuk bersam BMKG diketahui jika curah hujan di Kabupaten Bandung masih tinggi sampai akhir Maret. Mulai menurun April. Sehingga kami tingkatkan status menjadi darurat bencana," kata Akhmad, Rabu (14/3/2018).

Peningkatan status tersebut membuat warga yang terdampak bencana bakal lebih diperhatikan. BPBD bersama Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya akan mendirikan dua dapur umum di daerah Baleendah dan Bojongsoang, yang sekaligus melayani korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.

"Dapur umum melayani tiga kecamatan yang masih tergenang banjir. Anggaran belanja untuk tanggap darurat berasal dari pos tak terduga APBD Kabupaten Bandung," jelasnya.

Peningkatan status ini juga diakibatkan masih banyaknya warga yang terdampak bencana. Catatan BPBD, warga yang terdampak bencana saat ini mencapai 113.000 jiwa. Selain itu, terdapat 2.225 warga yang masih mengungsi di 22 titik pengungsian di tiga kecamatan.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar