Yamaha Aerox

Sampah Kiriman di Sungai Cikapundung Terus Berdatangan

  Rabu, 14 Maret 2018   Hengky Sulaksono

BOJONGSOANG, AYOBANDUNG.COM -- Sampah kiriman yang berasal dari berbagai daerah terus berdatangan memenuhi sepanjang aliran Sungai Cikapundung, Kabupaten Bandung. Tumpukan sampah ini mengendap di beberapa jembatan yang merentang di atas salah satu anak Sungai Citarum tersebut. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (14/3/2018), sampah tersebut salah satunya mengendap di Jembatan Rel Cikapundung yang menghubungkan Kampung Babakan Leuwibandung, Kelurahan dan Kecamatan Bojongsoang dan Kampung Cipurut, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. 

Sampah-sampah tersebut, kata salah seorang warga, Eno Sukarno (72) terus berdatangan sejak pagi buta. Tumpukan sampah berbagai material tersebut merupakan kiriman dari kawasan Sukabirus, Dayeuhkolot, dan kawasan sekitar Pasar Kordon, Buahbatu, Kota Bandung. Kiriman sampah sudah berdatangan sejak banjir besar pengujung Februari lalu menerjang. 

"Biasanya itu sampah kiriman dari sana (Sukabirus dan Pasar Kordon). Di sini kemarin pas benjir gede sampahnya lebih banyak lagi. Dari awal banjir sampai sekarang sampahnya terus berdatangan,  enggak berhenti," kata Eno kepada wartawan saat dijumpai di jembatan. 

Pemandangan serupa juga menampak di kawasan jembatan penghubung Kampung Babakan Leuwibandung-Cijagra yang juga menjadi pembatas aliran Sungai Cikapundung dan Citarum. Di jembatan sepanjang kurang lebih 15 meter ini, tumpukan sampah juga terjadi.

Berton-ton kiriman sampah tersebut rutin diangkut menggunakan puluhan truk sejak beberapa waktu lalu. Selain truk, alat berat yang dibekali pelampung juga ikut mengeruk sampah di atas sungai. Pengangkutan sampah merupakan bagian dari Gerakan Citarum Harum yang dimaksudkan sebagai upaya revitalisasi aliran sungai sepanjang kurang lebih 300 kilometer tersebut. 

Warga setempat, Yayan Sopian (32) mengatakan kiriman sampah tak henti berdatangan walau sampah-sampah terus diangkut menggunakan truk. Pengangkutan sampah sempat terhenti selama sepekan lantaran luapan air bah yang menggenang cukup tinggi sehingga truk-truk pengangkut tidak bisa beroperasi.

"Ini baru mulai diangkut lagi hari ini setelah banjir surut. Sampahnya terus datang walaupun truk pengangkut sudah jalan semua. Yang diangkut lima truk, (sampah kiriman) yang datang datang sepuluh truk. Jadi, ya, enggak abis-abis," kata dia. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar