Yamaha NMax

Dirgahayu Persibku!

  Rabu, 14 Maret 2018   Andri Ridwan Fauzi
Selebrasi tim Persib usai tampil sebagai juara LSI 2014. (persib.co.id)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM -- Hari ini, Rabu (14/3/2018), Persib "Maung" Bandung tepat berusia 85 tahun. Usia yang menunjukan sebuah tim sudah memiliki banyak pengalaman dalam mengarungi kompetisi dan merasakan suka duka persepakbolaan Indonesia.

Secara total, Persib berhasil mengangkat tropi atau tampil sebagai jawara sebanyak 7 kali yakni tahun 1937, 1961, 1986, 1989-90, 1993-94 (Perserikatan) dan di era Liga Indonesia pada tahun 1994–1995 dan 2014.

Nama Persib sangat kental dengan Jawa Barat. Hal inilah yang membedakan Persib dengan tim-tim lainnya di Indonesia. Meski ada embel-embel Bandung, namun Persib tidak hanya kebanggaan masyarakat Kota Bandung saja. Lebih dari itu, adalah kebanggaan warga Jawa Barat. 

Pada 14 Maret 1933, Persib dibentuk dengan dibidani dua klub saat itu yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Namun cikal bakal berdirinya Persib Bandung adalah Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang didirikan tahun 1923. 

Namun Persib mulai menjadi perbincangan di Indonesi, usai mampu menjadi juara pada tahun 1937. Di final Persib mengalahkan Persis Solo. Pada tahun 1961, Persib kembali menjadi kampiun setelah menundukkan PSM Ujungpandang di laga puncak.

Setelah itu, Persib seakan tenggelam. Dan pada Kompetisi Perserikatan 1978-1979, Persib harus turun kasta ke Divisi I alias degradasi. 

Usai terdegradasi, Persib Bandung bangkit dengan melakukan pembinaan dan regenerasi. Pelatih asing asal Polandia, Marek Janota didatangkan untuk membesut para pemain potensial Persib saat itu. Alhasil, para pemain berkualitas pun lahir di antaranya Sobur (kiper), Giantoro, Kosasih B, Adeng Hudaya, dan Encas Tonif. Persib pun akhirnya kembali ke Divisi Utama Perserikatan setelah lima tahun berada di Divisi I.

Usai degradasi, Persib mampu menembus final pada musim 1982-1983 dan 1984-1985 dengan lawan yang sama yakni, PSMS Medan. Namun Persib selalu gagal karena kalah adu penalti dari tim berjuluk "Ayam Kinantan" tersebut. Dan final 1985-1985 tercatat sebagai rekor penonton terbanyak yang mencapai 120 ribu orang. Padahal kapasitas Stadion Senayan sata itu, hanya 100 ribu tempat duduk.

Persib akhirnya mampu mengakhiri puasa gelar, setahun kemudian. Djadjang Nurdjaman atau Djanur mengantarkan "Maung Bandung" mengangkat tropi melalui gol semata wayangnya ke gawang Perseman Manokwari.

Empat tahun berselang, Persib kembali merengkuh juara Perserikatan usai di final menundukkan Persebaya Surabaya 2-0. Dan pada dua tahun berselang, Persib berhak menyimpan totpi Perserikatan selamanya karena di edisi terakhir sebelum dilebut menjadi Liga Indonesia, tim Maung Bandung mengalahkan PSM Ujungpandang 2-0.

Tampil sebagai juara Perserikatan dan 100% mengandalkan pemain lokal, Persib ternyata menunjukkan kapasitasnya sebagai tim besar di Indonesia. Tim besutan Indra M. Tohir ini, tampil superior sepanjang kompetisi. Dan di final, suskses menumbangkan Petrokimia Putra dengan skor 1-0 bekat gol tunggal Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Setelah itu, kembali Persib mengalami pasang surut. Di di era Liga Indonesia inilah, Persib mulai membuka diri untuk menggunakan jasa pemain asing baik dari luar Jawa Barat maupun dari luar negeri.

Hampir 19 tahun puasa gelar, pada musim 2014 akhirnya Persib mampu tampil sebagai jawara. Di final yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang, Persib mengalahkan Persipura Jayapura melalui drama adu penalti. 

Kini menghadapi Liga 1 2018, Persib melakukan perombakan. Mario Gomez asal Argentina ditunjuk menjadi arsitek. Pemain yang pernah hengkang seperti Eka Ramdani dan Airlangga Sucipto kembali dipanggil dan memperkuat tim Persib.

Dengan kompetisi yang akan digulirkan mulai 23 Maret 2018, bobotoh tentunya sangat berharap Persib bisa berbicara banyak musim ini. Apalagi di musim lalu, Persib hanya finis di urutan ke-13. Hasil yang sangat mengecewakan apalagi Persib diperkuat Michael Essien, mantan pemain Chelsea dan Real Madrid.

Namun terlepas dari itu, Persib tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Jawa Barat. Prestasi gemilang Persib akan menjadi cita-cita dan menjadi obat yang mujarab bagi masyarakat Jawa Barat.

Dirgahayu Persib!

 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar