Yamaha NMax

WHO Ingatkan Dunia Soal Epidemi Misterius "Penyakit X"

  Senin, 12 Maret 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – World Health Organization (WHO) mengingatkan ilmuwan dan petugas medis di dunia akan patogen baru yang berpotensi mematikan. Patogen itu disebut WHO sebagai “Penyakit X”.

Sebelumnya, WHO telah mengumumkan beberapa epidemi seperti virus Zika, demam Lassa, dan Ebola. Di tahun ini, Penyakit X, ditambahkan ke dalam daftar. Penyakit X merepresentasikan epidemi serius di dunia yang bisa disebabkan oleh patogen yang saat ini belum begitu diketahui.

“Sejarah mengatakan bahwa kemungkinan wabah besar berikutnya akan menjadi sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” ujar Penasihat Ilmiah Komite WHO, John-Arne Rottingen sebagaimana melansir Sydney Morning Herald pada Senin (12/3/2018).

Apa yang dilakukan WHO ini semata-mata untuk memastikan warga dunia mempersiapkan dan merencanakan bagaimana cara menanggulanginya, baik dalam hal vaksin dan tes diagnostik.

Salah satu prediksi menyebutkan jika Penyakit X ini merupakan virus buatan. Hal ini didorong oleh kemajuan teknologi yang semakin mutakhir.

Dugaan menyebutkan jika Penyakit X dibuat oleh ilmuwan dari sebuah laboraturium untuk kepentingan negara tertentu. Sebagaimana yang terjadi pada virus Horsepox di Kanada pada tahun lalu.

Namun, Rottingen mengatakan jika kemungkinan besar, Penyakit X dapat dipicu oleh penyakit zoonosis – yang menular dari hewan ke manusia – dan kemudian menyebar menjadi epidemi dengan cara yang sama seperti virus flu babi H1N1 pada tahun 2009.

Infeksi zoonosis telah mendatangkan malapetaka di masa-masa sebelumnya. Termasuk di antaranya HIV yang diyakini menular dari simpanse ke manusia dan telah membunuh 35 juta jiwa sejak awal tahun 1980-an. Tak hanya itu, Ebola juga merupakan salah satu bentuk zoonosis. “Sangat penting untuk kita sadari dan siapkan, ini mungkin risikonya sangat besar,” kata Rottingen.

WHO berharap apa yang dilakukannya ini akan mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk berinvestasi dalam memperkuat sistem kesehatan negaranya masing-masing. 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar