Hari Perempuan Internasional: Lima Film Kisah Nyata Perempuan yang Menginspirasi

  Kamis, 08 Maret 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM -- Tanggal 8 Maret 2018, merupakan Hari Perempuan  Internasional. Peringatan ini sebagai bukti atas prestasi para perempuan di seluruh dunia yang menyerukan kesetaraan gender. Prestasi ini termasuk dalam bidang politik, sosial, pendidikan, kesehatan, HAM, dan yang lainnya.

Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, ayobandung punya sederet daftar film yang menggambarkan tentang perjuangan seorang wanita. Jangan salah, film-film ini berdasarkan kisah nyata loh.  Apa saja? Yuk kita simak selengkapnya.

Erin Brockovic
Erin Brockovich bercerita seorang ibu tunggal dengan tiga orang anak yang tidak memiliki pekerjaan. Dirinya dua kali ditinggalkan oleh suaminya. Kemudian, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, dia pun gagal saat mengajukan tuntutan kepada dokter yang menangani kecelakaan mobil yang menimpa dirinya.

Akhirnya Erin berhasil membuat pengacara yang tidak berhasil menolongnya itu buat memperkerjakan dirinya di Firma Hukum tersebut. Meski tidak punya latar belakang pendidikan yang sesuai, tapi Erin bisa membuktikan dia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal. Hal ini tentu saja didasari karena semangatnya yang besar untuk menghidupi anak-anaknya.

Suatu hari firma tempatnya bekerja menerima kasus terkait dengan real estate yang melibatkan suatu perusahaan besar di kotanya. Ia pun tertarik untuk ikut menyelidiki kasus yang dianggapnya banyak memiliki kejanggalan itu.

Diperankan secara apik oleh Julia Roberts, film Erin Brockovich saat itu berhasil mengantarnya menjadi aktris terbaik dalam penghargaan Piala Oscar di tahun 2000.

North Country
Film North Country berkisah tentang Josey Aimes (Charlize Theron), seorang istri dan ibu dari dua orang anak, yang sudah tidak tahan lagi atas kekerasan yang dilakukan suaminya. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya. Tapi kepulangannya itu tidak disambut dengan baik oleh orangtuanya yang selama ini merasa malu sejak kehamilan anak pertama Josey, yang tak pernah mau memberi tahu siapa ayahnya.

Hal ini berawal dari pertemuannya dengan teman lamanya Glory (Frances McDormand) yang mengajaknya ikut bekerja di tambang tempatnya bekerja. Keputusannya untuk bekerja di tambang ini kembali ditentang orangtuanya. Mereka beranggapan kerja di tambang dianggap bukanlah pekerjaan yang pantas untuk wanita.

Saat bekerja di tambang, nyatanya Josey malah menjadi target pelecehan dari bekas teman lelakinya saat SMA, Bobby Sharp (Jeremy Renner). Bahkan Bobby pernah menyebarkan fitnah bahwa Josey suka menggodanya. Karena tidak tahan selalu mendapatkan kekerasan fisik dari Bobby, Josey memutuskan buat berhenti dari tambang tersebut.

Kemudian dengan meminta Bill White (Woody Harrelson) seorang pengacara yang dikenal Josey dari Glory.Perjuangan Josey akhirnya banyak mendapat dukungan dari orang tuanya, demikian juga teman-teman wanitanya yang akhirnya menaruh simpati kepada Josey.

Sokola Rimba
Film Indonesia juga banyak yang menceritakan perjuangan seorang wanita, salah satunya adalah Film Sokola Rimba. Film arahan dari Riri Riza ini bercerita tentang perjuangan Butet Manurung, seorang guru yang mengajar membaca, menulis dan berhitung kepada anak-anak masyarakat Suku Anak Dalam yang tinggal di hulu sungai Makekal di Hutan Bukit Duabelas, Jambi.  Suatu hari, Butet mengalami sakit parah dan ditolong oleh Bungo.

Konflik dimulai dari sini, ternyata selama ini Bungo memperhatikan Butet mengajar dan tertarik. Butet pun berencana memperluas wilayah mengajarnya hingga ke tempat Bungo. Tapi ternyata mendapat perlawanan dari kelompok Bungo yang beranggapan bahwa belajar membaca dan menulis bisa membawa malapetaka. Film ini dibintangi oleh Prisia Nasution, Nyungsang Bungo, Nengkabau, Beindah, Rukman Rosadi, Nadhira Suryadi, Ines Somellera, Netta KD dan Dery Tanjung.

Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar
Film ini diangkat dari buku yang berisi tentang kisah sukses seorang wanita Indonesia bernama Merry Riana. Dimulai ketika Indonesia dilanda kerusuhan tahun 1998, Merry Riana (Chelsea Islan) dan keluarganya yang terpaksa mengungsi ke Singapura. Tapi saat dalam perjalanan ke bandara, mereka dijarah dan harta yang tersisa hanyalah uang yang cuma cukup untuk membeli 1 tiket. Diputuskanlah Merry satu-satunya yang akan pergi ke Singapura.

Ketika sampai di Singapura, nasibnya pun terlunta-lunta. Dari sini kisah perjuangan sosok Merry Rina dimulai. Ia berusaha bertahan hidup di Singapura dengan bekal uang yang pas-pasan. Beruntung ia pada akhirnya berhasil bertemu dengan temannya dan diterima kuliah di Nanyang Technological University dengan seorang penjamin.

Namun, ia juga tetap bekerja keras mencari uang agar bisa bertahan hidup. Mulai dari ikut bisnis MLM, bekerja menjadi relawan, hingga berjualan. Kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil hingga Merry sukses dan dikenal sebagai wanita muda yang mampu memiliki kekayaan senilai satu juta dolar pada usia 26 tahun.

He Named Me Malala
Film dokumenter ini menggambarkan kisah hidup dari pemenang Nobel Perdamaian termuda, Malala Yousafzai. Ia adalah seorang wanita muda dari Pakistan yang sempat ditembak bagian kepalanya oleh pasukan Taliban karena aktif menyuarakan perdamaian untuk dunia.

Dalam film ini juga diperlihatkan masa kecil Malala yang tinggal di Swat Valley, bagian utara Pakistan dimana ia diberi nama Malala Yousafzai oleh ayahnya, Ziauddin. Ayahnya sedari kecil selalu menanamkan kepada Malala tentang pentingnya pendidikan.

Setelah beranjak dewasa, Malala aktif menyuarakan tentang kebebasan hak untuk wanita. Apalagi Taliban kala itu sedang banyak menutup sekolah untuk perempuan. Malala awalnya mencurahkan seluruh kegelisahannya ini lewat tulisannya di blog. 

Malala semakin berani mengungkapkan pendapatnya di depan umum. Hingga akhirnya ia menjadi incaran kelompok Taliban. Pasukan Taliban mencoba membunuhnya dengan menembaknya di kepala. Beruntung, Malala selamat dan bisa bertahan hidup.

Kini Malala melanjutkan perjuangannya dengan aktif berbicara kepada masyarakat dunia tentang isu pendidikan dan wanita. Ia juga seringkali menggambarkan bagaimana keadaan pengungsi di Pakistan yang kondisinya memprihatinkan.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar