Yamaha NMax

Membangun Cita-Cita Anak Lewat Kelas Inspirasi

  Rabu, 28 Februari 2018   Fathia Uqim
Siswa SD Maleber Barat, Bandung usai mengikuti Kelas Inspirasi pada Rabu (28/2). (ayobandung/Fathia Uqim)

MALEBER, AYOBANDUNG.COM – Anak-anak berhamburan memadati pekarangan SD Maleber Barat, Bandung. Di bawah sinar matahari, mereka berbaris, berdesakan satu sama lain di lapangan kecil itu. Sangat kecil malah, hanya ada empat kelas dan satu ruang guru. Namun, ukuran sekolah yang sangat kecil itu bukan halangan bagi relawan Kelas Inspirasi 6 yang menyambangi sekolah tersebut.

Cukup kaget ketika ayobandung mencari sekolah tersebut. Baru pertama kali saya (pewarta ayobandung) melihat bangunan SD yang berhimpitan dengan rumah-rumah warga dan berada di gang sempit. Untung saja masih muat untuk satu motor. Namun, keceriaan siswa SD Maleber Barat sempurna menyinari sekolah yang kecil itu.

Hari ini, Rabu (28/2/2018), relawan Kelas Inspirasi 6 menyambangi SD Maleber Barat. Mereka, yang berasal dari berbagai profesi, bertugas untuk menginspirasi para siswa dan bercerita tentang profesinya masing-masing. Ada Nina sang dokter mata, Yoma seorang karyawan kantor pajak, Lena si pengusaha, Rina yang menggeluti dunia blog, dan Riska si penyiar radio.

Menginspirasi siswa di sekolah dasar adalah agenda utama relawan Kelas Inspirasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi.

Kelas Inspirasi ini merupakan salah satu gerakan dari Yayasan Indonesia Mengajar. Sejak pertama kali digelar pada 25 April 2012, Kelas Inspirasi menjadi gerbang keterlibatan para profesional dengan realita dunia pendidikan dasar di lingkungannya.

“Jadi, satu orang relawan bercuti (dari kerja) untuk menjelaskan tentang profesinya,” ujar Koordinator Kelas Inspirasi 6 untuk SD Maleber Barat, Febby.

Kelas Inspirasi menjadi amat penting lantaran masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mengenal profesi-profesi apa yang bisa dijadikan cita-cita mereka. Kata Febby, kebanyakan dari mereka hanya mengenal profesi dokter, polisi, atau tentara.

Salah seorang relawan, Rina Tri, adalah seorang blogger yang gemar menulis tentang gaya hidup. Ia ingin berkontribusi di bidang pendidikan. “Saya ingin anak Indonesia jadi generasi hebat pada masanya,” katanya.

Dengan profesinya sebagai blogger, Rina bercerita soal apa saja yang ia lakukan kepada siswa. Itu lebih mudah, karena, toh, kini sebagian besar anak telah mengenal dunia digital.

Tak hanya Rina, sejumlah relawan lain juga ikut berkisah tentang profesinya. Mereka semua menginspirasi siswa untuk kemudian menentukan apa cita-cita yang ingin dicapai.

Kepala Sekolah SD Maleber Barat mengatakan jika kegiatan serupa Kelas Inspirasi ini menarik perhatian siswa. Setidaknya, sejak dini, siswa-siswa ini telah diperkenalkan dengan berbagai profesi yang ada secara lebih luas.

“Anak-anak jadi semangat saat tahu banyak profesi. Karena ternyata banyak ya profesi itu, bukan cuma guru, insinyur, atau dokter saja. Saya lihat anak-anak tadi jadi penasaran dan terinspirasi sama kakak-kakaknya,” kata Nia.

Setelah para relawan selesai menceritakan profesinya sehari-hari, siswa kembali berbaris. Meski disengat sinar matahari, tapi energi mereka berlimpah. Barangkali, dalam hati mereka bilang, “o, nanti kalau sudah gede aku mau jadi blogger seperti Kak Rina.”

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar