Taman Belajar Senyum Rangkul Anak-anak Buat Belajar

  Senin, 26 Februari 2018   Fathia Uqim
Proses belajar mengajar di Taman Belajar Senyum, Bandung. (ayobandung/Fathia Uqim)

ANTAPANI, AYOBANDUNG.COM – Berawal dari keluhan masyarakat, Taman Belajar Senyum yang terletak di kawasan Antapani Wetan, Kota Bandung, berdiri.

Dulu, warga sering mengeluh lantaran banyaknya anak-anak yang berkeliaran di jam sekolah. Akhirnya, Nurul Nurjanah, bersama sang kakak, Deden Kurnia membikin taman tersebut di tahun 2011. “Supaya anak-anak terkontrol, jadi kami buat Taman Belajar Senyum atau disebut TBS,” kata Nurul kepada ayobandung, Senin (26/2/2018).

Hingga kini, TBS aktif menggelar sejumlah kegiatan. Banyak pula relawan yang ikut mengajar. Pada dasarnya, TBS bergerak untuk membantu anak-anak dalam hal pendidikan, misalnya saja mengerjakan PR dari sekolah, mengecek kemampuan dasar, serta kemampuan berbahasa mereka.

TBS biasa berkegiatan di hari Minggu dalam setiap pekannya. Dalam setiap pertemuannya itu, mereka belajar tentang berbagai hal yang berbeda-beda. Biasanya, setiap satu kali pertemuan, ada satu tema yang bakal dibahas. “Kalau sedang belajar perkalian, ya perkalian saja,” kata Nurul.

Dalam perjalanannya, TBS berhasil membuat beberapa anak mogok belajar akhirnya mau bersekolah lagi. Memang, mayoritas anak-anak yang mengikuti kegiatan TBS adalah pelajar yang masih aktif di bangku sekolah. Usianya juga beragam, dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.

Bahkan, ada juga anak-anak yang telah duduk di bangku SMP. “Nah, anak-anak SMP ini nantinya jadi penerus kami,” ujar Nurul. Mereka bakal diminta untuk menjaga dan membantu adik-adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar saat di TBS.

TBS membantu anak-anak untuk belajar bersama. Bukan sekadar mempelajari apa yang diajarkan di sekolah, tapi lebih dari itu, Nurul dan relawan lainnya ingin membantu permasalahan sosial dan karakter anak.

TBS mengedepankan konsep bermain sambil belajar. Seperti bermain ke museum, hiking, dan kemping. “Kalau ada outing, kami benar-benar mengajari mereka mandiri,” kata Nurul. Bahkan, tak pernah sekalipun mereka menyewa kendaraan saat berpergian. “Belajar menggunakan transportasi umum,” tambahnya.

Banyak penemuan luar biasa yang didapatkan Nurul dan relawan TBS. Misalnya saja, minimnya kemampuan dasar yang dimiliki anak-anak. Alasannya beragam, mulai dari kurangnya pengawasan orang tua sampai tingkat ekonomi yang rendah. “Bahkan, anak berkebutuhan khusus pun ada di sini,” ujar Nurul.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar