Bandung Punya Capetang, Cara Seru Belajar Bahasa Inggris

  Sabtu, 24 Februari 2018   Adi Ginanjar Maulana
Capetang Club, Bandung. (Twitter @HumasBDG)

BALAI KOTA, AYOBANDUNG.COM -- Sejak tahun 2013, Pemerintah Kota Bandung menggulirkan program “Kamis Inggris”. Di hari itu, seluruh warga Kota Bandung, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bandung diimbau menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan warga Bandung menghadapi era global.

#KamisInggris dikampanyekan melalui berbagai media. Di media sosial, tagar #KamisInggris popular setiap Kamis. Pemkot Bandung juga mengimbau stasiun-stasiun radio untuk menyiarkan satu program berbahasa Inggris di hari Kamis.

Bagian Humas Kota Bandung pun turut ambil bagian. Sejak akhir 2017, Humas Kota Bandung menggelar program Capetang (Conversation with People in English). Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brillyana menggagas program tersebut dengan menggandeng Komunitas Taman Bahasa sebagai fasilitator.

Setiap Kamis pukul 12.30-13.30 WIB, Capetang digelar di Taman Sejarah. Sesekali, Capetang dilaksanakan di Taman Dewi Sartika atau Bandung Creative Hub. Humas Kota Bandung akan menginformasikan pelaksanaan Capetang sehari sebelumnya melalui akun media sosial @HumasBdg di Instagram, Twitter, dan Facebook.

Di program itu, siapa pun boleh ikut, mulai dari pelajar, pensiunan, ibu rumah tangga, ASN, hingga turis yang tengah menikmati taman. Program ini tanpa dipungut biaya. Peserta boleh memanfaatkan Capetang untuk saling mengobrol dalam bahasa Inggris.

Yayan menuturkan, tidak perlu berkemampuan bahasa Inggris khusus untuk mengikuti Capetang. Syaratnya, asal punya keinginan dan minat untuk mengobrol.

“Yang enggak bisa bahasa Inggris diharapkan jadi bisa. Enggak usah malu, toh, semuanya juga saling belajar,” ujar Yayan di Balai Kota Bandung, Jumat (23/2/2018).

Dalam beberapa kesempatan, Humas Kota Bandung menghadirkan penutur asing yang sedang berada di Bandung. Para peserta akan sangat senang menerima kehadiran mereka. Humas juga pernah bekerja sama dengan FEALAC Youth Forum yang berkantor di Bandung Creative Hub.

“Kami berharap program ini bisa dimanfaatkan oleh siapa pun, untuk bersenang-senang dalam bahasa inggris sehingga kemampuan bahasa kita ikut terlatih. Kota Bandung ini disiapkan untuk menjadi kota internasional. Maka, warganya juga harus siap. Pemkot Bandung memfasilitasi dengan kegiatan ini,”ucap Yayan.

Hingga saat ini, sudah ada 45 orang yang rutin datang ke Capetang tiap pekan. Salah satunya adalah Ronnie Parapat (29), seorang wiraswasta yang tak pernah absen dari Capetang sejak awal program ini digelar. Ia mengaku ingin mengajar bahasa Inggris untuk semua kalangan. Untuk itu, ia selalu hadir di setiap pertemuan.

Menurutnya, Capetang ini sangat penting untuk warga, khususnya ASN Kota Bandung. Terlebih lagi menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Kegiatan Capetang dalam rangka menunjang kinerja program Pemerintah Kota Bandung dirasakan sangat perlu, mengingat Pasar Bebas Asia Tenggara (South East Free Trade Area) telah dimajukan waktunya lima tahun oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2016 lalu,” ujarnya.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar