Yamaha NMax

Cerita tentang Syekh Yusuf, Ulama Makassar dan Pahlawan Afrika

  Kamis, 22 Februari 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Syekh Yusuf Al Makasari. (Wikipedia)

SEKEJATI, AYOBANDUNG.COM -- Pernah dengar ada seorang syekh dari Indonesia yang terkenal di Afrika Selatan? Kalau belum, mari sekarang kita dengarkan cerita dari Jacques Bertrand, seorang profesor dari Universitas Toronto, Kanada.

Prof Jac – sapaan akrabnya -- punya seorang mahasiswa asal Afrika Selatan yang baru beberapa lama tinggal di Kanada. Namanya Adil, mahasiswa asal Afrika Selatan yang tertarik belajar tentang kebudayaan Islam. Nah, lewat Adil lah, Prof Jac akan berkisah tentang Syekh Yusuf Al Makasari, seorang ulama Indonesia yang kesohor di Afrika Selatan.

Awalnya, Adil tak percaya jika sosok Syekh Yusuf Al Makasari benar adanya. Adil mencoba mencari tahu melalui penelusuran literatur hingga bertanya pada sang paman.

Perlu diketahui, Syekh Yusuf Al Makasari merupakan seorang ulama kelahiran Gowa, Sulawesi Selatan. Nama aslinya adalah Muhammad Yusuf. Ia masih merupakan kerabat dari keluarga Kerajaan Gowa, dari pihak ibunya.

Syekh Yusuf mulai mempelajari Islam semenjak usianya masih menginjak 15 tahun. Ia melanglang buana ke Banteng hingga Aceh untuk memperdalam ilmu agama. Ia kemudian menikah dengan putri dari Sultan Gowa. Tak puas hanya mengenyam ilmu di tanah air, Syekh Yusuf berkelana mencari ilmu hingga Yaman dan Damaskus.

AYO BACA : Pesan Perdamaian dari Penghuni Pondok Pesantren untuk Dunia

Syekh Yusuf sempat pindah ke Banten. Kala itu, Kesultanan Banten menjadi pusat pendidikan agama Islam pada masanya. Namun sayang, saat Kesultanan Banten jatuh di tangan Belanda, ia ditangkap dan dibawa ke Sri Lanka untuk diasingkan.

Di Sri Lanka, Syekh Yusuf tetap aktih menyebarkan agama Islam. Namun, karena diketahui masih bisa berkomunikasi dengan para pengikutnya, ia diasingkan ke tempat yang lebih jauh: Afrika.

“Di Afrika Selatan pengikutnya terus bertambah. Bahkan, mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, menyebutnya sebagai salah seorang yang punya pengaruh besar untuk negaranya,” ujar Prof Jac bercerita pada ayobandung di Madrasah Mualimin Manba’ul Huda, Bandung, Rabu (21/2/2018).

Bahkan, kini Cape Town, ibu kota Afrika Selatan, punya wilayah bernama Kampung Macassar. Penamaan kampung ini diberikan oleh pemerintah Afrika Selatan sebagai tanda penghormatan terhadap jasa-jasa Syekh Yusuf Al Makasari.

Prof Jac tak merasa heran jika Nelson Mandela sampai-sampai menobatkan Syekh Yusuf sebagai salah seorang putra terbaik yang dimiliki oleh Afrika Selatan. Adil, katanya, sebagai salah satu putra asli Afrika Selatan, menganggap Syekh Yusuf tak ubahnya superhero.

“Syekh Yusuf Al Makasari memberikan banyak kebaikan dan inspirasi bagi masyarakat Afsel. Seperti itulah memang yang diajarkan Islam. Bahwa Islam merupakan agama yang baik dan mencintai perdamaian,” ujar Prof Jac mengakhiri ceritanya.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar