Isu SARA Ancam Kerukunan Warga Negara

  Selasa, 20 Februari 2018   Hengky Sulaksono
Ilustrasi. (Antara)

MARGAHAYU, AYOBANDUNG.COM -- Masifnya perkembangan isu SARA yang mulai merorong kerukunan hidup antar warga negara menjadi keprihatinan berbagai pihak. Untuk menangkal memanasnya isu SARA tersebut, hubungan antar warga perlu dipererat.

Sebagai salah satu upaya merekatkan jalinan antar warga, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Pendidikan Kebangsaan di Kampus Universitas Nurtanio, Margahayu, Selasa (20/2/2018).

Kegiatan tersebut, dikemas dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama, Berbangsa, dan Bernegara Bagi Generasi Muda Lintas Agama di Kabupaten Bandung, dan dikiuti seratusan remaja lintas agama.

Para peserta yang berasal dari pelbagai daerah di Kabupaten Bandung ini nampak akrab saat mengikuti kegiatan. Tanpa memandang latar belakang agama maupun perbedaan lainnya, mereka fokus memperhatikan paparan materi dari sejumlah narasumber yang mengisi kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Bangsa, Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung, Aam Rahmat mengatakan, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesatuan dan rasa kebangsaan di antara generasi muda lintas agama.

"Pemahaman persatuan, khebinekaan, dan kebangsaan ini penting dipahami anak muda. Anak pada usia muda ini rentan dimasuki berbagai pemahaman. Karena itu, pemahaman kerukunan prnting ditanamkan," kata Aam kepada wartawan, Selasa (20/2/2018) sore.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung, Iman Irianto menuturkan, wawasan kebangsaan ini perlu ditanamkan dalam berbagai situasi. Terlebih, menghadapi tahun politik Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019 yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk memecah semangat persatuan.

"Kami juga prihatin dengan maraknya upaya disintegrasi bangsa yang terjadi di mana-mana. Kita saksikan terjadi upaya adu domba di antara masyarakat, dengan sumber utama dari konflik agama maupun etnis," ujar Iman.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar