Begini Tradisi Imlek Keluarga Sang Pendiri Vihara Tanda Bhakti

  Minggu, 18 Februari 2018   Fathia Uqim
Keluarga Tan Kwat sian di hari imlek. (Fathia Uqim/ayobandung)

CIBADAK, AYOBANDUNG.COM -- Tradisi Imlek di setiap keluarga memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Ada yang membuat acara masing-masing di rumah, makan bersama lalu sembahyang ke Vihara. 

Setidaknya, begitulah yang biasa dilakukan Tan Kwat Sian beserta keluarga. Kakek berusia 70 tahun ini, masih semangat menceritakan soal tradisinya saat Imlek di rumah hingga sejarah para pejuang yang dikenang di Vihara Tanda Bhakti. 

Tan adalah salah satu pendiri Vihara Tanda Bhakti. Hingga saat ini Tan masih menjabat sebagai wakil ketua di vihara tersebut. Imlek kemarin menjadi momen yang membahagiakan bagi Tan. Kakek bercucu dua ini berkumpul bersama istri, ketiga anaknya dan dua cucunya. 

"Kami menerbangkan balon berisi doa-doa. Itu bukan ritual, itu hanya ide saya saja. Semoga selalu sehat, bahagia, sejahtera," kata Tan Kwat Sian, Sabtu (17/2/2018). 

Balon-balon yang diterbangkan itu digantung kertas-kertas berisi doa hingga menetap di atap rumah. Kegiatan bersama itu dilakukan sebelum berangkat sembahyang ke vihara. Setelah itu Tan dan keluarga makan bersama sambil menikmati imlek dengan suka cita. 

"Menu yang harus ada itu ikan. Ikannya dibuat tim. Tim ikan," katanya. 

Setelah makan-makan, lalu pergi ke vihara untuk sembahyang. Tan bercerita, dia sembahyang mempersembahkan makanan kesukaan papa, mama, hingga kakek neneknya yang sudah tiada. 

Tan memiliki tiga anak. Dua diantaranya sudah menikah dan memberikan Tan cucu. 

"Anak pertama saya perempuan, kedua perempuan dan seorang dosen di Universitas Parahyangan, yang ketiga laki-laki," tuturnya. 

Dia pun bercerita cucunya yang jago basket padahal masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) . Cucunya itu pernah hingga menjuarai kejuaraan basket ternama. 

Tan adalah seorang Buddhis sejak kecil. Meski istri dan anak-anaknya tidak menganut kepercayaan yang sama, itu bukanlah sebuah perkara baginya. 

"Semua agama sama-sama baik tidak ada yang mengajarkan kejelekan," ungkap lelaki asal Bandung itu.

Meski demikian, istri Tan selalu mempersiapkan hal-hal untuk ritual sembahyang suaminya. Tan mengakui, istrinya adalah seseorang yang setia. 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar