Lima Negara Paling Banyak Jomblo

  Jumat, 16 Februari 2018   Arfian Jamul Jawaami

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM -- Negara dengan tingkat ekonomi yang baik bukan berarti dapat mengunci kebahagiaan. Malah kadang, kemajuan ekonomi sebuah negara justru membuat penduduknya merasa kesepian.
Tingkat kemakmuran yang membuat komitmen pernikahan menjadi sesuatu yang menakutkan. Padahal, indikator dari bahagia tidak melulu tentang finansial dan hidup nyaman.

Beberapa negara maju berikut bisa jadi bukti. Memiliki taraf ekonomi tinggi membuat kelima negara berikut mesti mendapat konsekuensi, yakni kesepian dan hidup melajang.

1. Swedia
Swedia jadi negara dengan jumlah jomblo terbanyak yakni sekitar 47 persen dari total populasi 9.5 juta penduduk. Masyarakat Negeri Skandinavia tersebut menganggap bahwa jomblo merupakan hal yang wajar.

Salah satu alasan kuat yang membuat masyarakat Swedia memilih untuk jomblo adalah lantaran tingkat kemakmuran ekonomi yang tinggi. Tidak lagi ada alasan menikah karena faktor ekonomi.

2. Rusia
Sebanyak 25 persen penduduk Rusia berstatus tanpa pasangan hidup. Salah satu alasan yang melatarbelakanginya adalah demografi penduduk yang tidak merata. Jumlah penduduk pria jauh lebih sedikit dari perempuan. 
Penduduk pria di Rusia hanya berjumlah 66 juta. Sementara perempuan berjumlah 77 juta. Artinya jumlah jomblo banyak di dominasi oleh kaum perempuan. 
Hal tersebut jadi salah satu faktor kenapa angka perselingkuhan di Rusia begitu tinggi. Perlu diingat bahwa perempuan Rusia dikenal memiliki rambut blonde dan paras cantik khas Eropa Timur.

3. Kanada
Perceraian menjadi salah satu penyebab kenapa banyak terdapat jomblo di Kanada. Terlebih gaya hidup mandiri dengan tetap melajang adalah sesuatu yang wajar, bahkan cenderung populer di Kanada. 
Dari total penduduk Kanada sebanyak 35 juta jiwa, terdapat sekitar 9.1 juta yang memilih untuk melajang. Taraf ekonomi yang tinggi juga memengaruhi hal tersebut.

4. Jepang
Setiap tahun, angka kelahiran di Jepang semakin menurun lantaran banyak masyarakat yang lebih memilih untuk hidup melajang. 
Memiliki seorang anak dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan karena dinilai dapat menganggu karir. Sebanyak 31 persen penduduk Jepang lebih memilih hidup mandiri tanpa pasangan.  

5. Inggris
Inggris baru saja melantik Tracey Crouch sebagai Menteri Urusan Kesepian. Sebuah jabatan baru di level kementerian yang tergolong unik. 
Bukan tanpa sebab, pasalnya tingkat kesepian di Inggris terbilang tinggi. Sebanyak 34 persen penduduk Inggris hidup kesepian. Jutaan warga Inggris merasa kesepian yang dianggap sebagai realitas menyedihkan di kehidupan modern.
 

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar