Yamaha NMax

Berbahaya, Albothyl Bakal Ditarik dari Peredaran

  Kamis, 15 Februari 2018   Asri Wuni Wulandari
Albothyl.

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan alias BPOM RI membekukan izin edar Albothyl, baik dalam bentuk cairan obat luar konsentrat. Perusahaan industri farmasi yang memegang izin Albothyl diminta untuk menarik obat dari peredaran.

"Selanjutnya, PT Pharos Indonesia sebagai produsen Albothyl dan industri farmasi lain yang memegang izin edar obat mengandung policresulen dalam bentuk cariran obat luar konsentrat diminta untuk menarik obat dari peredaran. Penarikan obat itu selambat-lambatnya dilakukan satu bulan sejak dikeluarkannya surat keputusan pembekuan izin edar," tulis BPOM RI dilansir dari laman resminya, Kamis (15/2/2018).

Selain itu, BPOM RI juga mengimbau profesional kesehatan dan masyarakat untuk turut menghentikan penggunaan obat tersebut. “Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan obat ini untuk mengatasi sariawan dapat menggunakan obat pilihan lain yang mengandung benzydamine, povidone, iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C,” tulis BPOM. Bila sakit berlanjut, masyarakat diharapkan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker di sarana pelayanan kesehatan terdekat.

Albothyl merupakan obat bebas yang mengandung policresulen konsentrat yang biasa digunakan untuk hemostatik dan antiseptik saat pembedahan. Atau, obat ini juga biasa digunakan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan, sariawan, gigi, dan vaginal.

Dalam dua tahun terakhir, BPOM RI menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping obat Albothyl untuk pengobatan sariawan. Keluhan itu seperti sariawan membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar