Ini Senjata Mematikan yang Kerap Digunakan dalam Penembakan Massal di AS

  Kamis, 15 Februari 2018   Andres Fatubun
AR`-15

FLORIDA, AYOBANDUNG.COM -- Penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di kawasan selatan Florida Amerika Serikat pada Rabu (14/2) siang waktu setempat menambah deret panjang aksi keji yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab. Sebelumnya telah terjadi peristiwa serupa di sebuah konser di Las Vegas, di klub malam di Orlando, penembakan di sekolah dasar di Newtown, dan gereja di Texas.

Dari sekian kasus penembakan yang mengakibatkan korban dalam jumlah yang banyak tersebut, penyidik selalu menemukan satu senjata yang selalu digunakan pelaku yaitu AR-15.

Asosiasi Menembak Nasional AS (NRA) menyatakan AR-15 merupakan senjata paling populer di negeri Paman Sam dan hampir dimiliki oleh 8 juta penduduknya. 

AYO BACA : Penembakan di SMA Florida, 17 Siswa Tewas

NRA menyatakan AR-15 bisa menjadi senjata paling populer karena bisa dimodifikasi sesuai keinginan dan memiliki daya akurasi yang tinggi. Dari keunggulan tersebut, unsur modifikasi menjadi hal yang paling penting bagi penggunanya. Modifikasi dilakukan untuk melengkapi bagian aksesorisnya seperti tali gantungan, periscope, hingga tambahan alat bidik yang menggunakan teknologi laser.  

Senjata ini lazimnya digunakan untuk pertempuran, olahraga menembak, dan berburu.

Kampanye Brandy yang mensosialisasikan pencegahan senjata untuk kekerasan menyatakan AR-15 adalah M-16-nya untuk warga sipil. M-16 adalah senjata ikonik AS yang mencapai popularitas di era Perang Vietnam.

AYO BACA : Penembakan Gereja di Texas, Sekitar 20-an Orang Dikabarkan Tewas

"Dia (AR-15) sangat akurat, responsif, dan cepat melepaskan tembakan seketika begitu Anda menarik pemicunya," begitu bunyi salah poin dalam kampanye tersebut.

Namun pendapat Brandy tersebut tak sepenuhnya benar. Menurut pakar senjata dan pemilik The Gun Experts, Dean Hazen, alasan penembak massal menggunakan AR-15 karena mentalitas meniru saja.

"Sebenarnya masih banyak senjata yang lebih mematikan dan berbahaya dari AR-15, tapi kenapa mereka tidak menggunakannya," jelas Hazen.

Ia percaya para penembak massal tidak tahu banyak soal persenjataan. Mereka memilih AR-15 karena reputasinya yang digembor-gemborkan media massa saja.

"Untuk mereka tidak tahu senjata lainnya, kalo saja tahu mereka pasti menggunakan senjata jenis lain yang lebih berbahaya," lanjut Hazen.

Dalam 35 tahun terakhir penyidik menemukan 13 kasus penembakan massal yang menggunakan AR-15.    

AYO BACA : Penambakan Las Vegas, Trump: Itu Perbuatan 'Setan' Betulan

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar