Yamaha NMax

Stop Politik Uang dan SARA di Pilwalkot Bandung!

  Rabu, 14 Februari 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Tiga Paslon Pilwalkot Bandung sepakat Tolak politik uang dan politisasi SARA. (Aneng Reni N Jamil/ayobandung)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM -- Usai pengambilan nomor urut, ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2018, mengikuti deklarasi tolak politik uang dan politisasi SARA bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung. 

Dalam kegiatan tersebut ketiga paslon membubuhkan cap tangan sebagai simbolis deklarasi penolakan. Serempak, ketiga paslon berkomitmen bakal melakukan kampanye secara bersih, bebas politik uang, dan politisasi SARA.

Pasangan nomor urut satu, Nurul Arifin dan Choirul Yaqin Hidayat yang menegaskan, pihaknya akan menghindari praktik  politik uang. Menurut Nurul, salah satu program unggulan pasangan yang mengusung slogan "Bandung Geulis" ini adalah menciptakan pemerintahan yang bersih. Sehingga tidak ingin menciptakan politik uang sebagai akar dari korupsi.

‎"Kami memang ingin menciptakan pemerintahan bersih anti-korupsi dan pro-rakyat. Ini penting untuk masalah kohesivitas bangsa. Karena dengan adanya pengawasan kaya gini, politik tidak mahal," kata Nurul. 

"Bandung termasuk kota suap tinggi di Indonesia. Makanya kalau kami berhasil (terpilih) justru PR kami adalah menciptakan pemerintahan yang bersih," sambungnya.

Selain itu, Nurul juga akan menjauhi politisasi SARA. Pilwalkot Bandung haram terkontaminasi oleh pilkada daerah lain yang memunculkan atmosfer isu SARA yang bisa memecah belah bangsa.

"Kalau tentang sara ini efek dari pilpres, efek pilgub DKI, yang berimbas perpecahan sesama anak bangsa, ini sesuatu upaya memecah belah, karena perbedaan bangsa adalah kekuatan bangsa," tegasnya.

Hal senada disampaikan  Calon Wakil Wali Kota Bandung nomor urut dua, Aries Supriatna. Bersama Yossi Irianto, mereka berdua berkomitmen untuk tidak melakukan politik uang dan menggulirkan isu SARA dalam hajat Pilwalkot.

Aries juga memastikan, pasangan Hebring sangat mendukung deklarasi kampanye ini. Dan, memastikan pesta rakyat Kota Bandung tidak akan dikotori oleh cara main politik yang negatif. Sebab,  dalam pertarungan Pilwalkot Bandung 2018, pihaknya bakal lebih mengandalkan program dan konsep pembangunan untuk menarik suara masyarakat.

"Hakikatnya, politik uang itu tidak ada dalam frame secara teori dan praktik. Pendekatan kami pun adalah pendekatan program. Dengan menawarkan konsep kepada masyarakat dan berharap bisa memberikan simpatinya pada kami," ujar Aries.

"Kami sudah menginstruksikan kepada pendukung dan tim agar tidak melakukan fitnah atau hoax. Kedua agar mengklarifikasi terhadap berita-berita yang sifatnya fitnah dan memecah belah masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pasangan calon Wali Kota dan Wakil dan Wali Kota Bandung bernomor urut tiga, Oded Muhammad ‎Danial dan Yana Mulyana juga menegaskan, politik uang adalah cikal bakal pemimpin yang korup. Mang Oded bahkan menyebutkan, enggan menjadikan politik uang sebagai strateginya meraih suara.

"Politik uang itu sangat tidak rasional, saya pengalaman sebagai wakil wali kota penghasilannya Rp150 juta per bulan.‎ Kalau paslon mengeluarkan uang sangat besar, ke depannya itu, hati-hati," ucap Oded.

Kemudian Oded mengklaim, jika timnya sudah menghimpun ribuan relawan yang telah diberikan pemahaman, guna tidak menggunakan isu SARA sebagai strategi kampanye. Upaya itu adalah salah satu integritas pihaknya dlam berpolitik dan memenangkan pilwalkot ini.

"Jauh-jauh hari kami memiliki pasukan teredukasi. mereka menjadi pasukan terdepan memenangkan pilkada dengan cara baik dan santun," ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar